Bakar Tumpukan Kertas, Loket Pengambilan Tilang Kejari Medan Tutup

191
Pembakaran tumpukan kertas di halaman Kejari Medan
Pembakaran tumpukan kertas di halaman Kejari Medan
Pembakaran tumpukan kertas di halaman Kejari Medan

M24.co-MEDAN-

Ada pemandangan tak biasa terlihat di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan. Tampak pembakaran tumpukan kertas di halaman kantor Adhyaksa, Selasa (16/8/2016) Jalan Adinegoro Medan. Bukannya barang bukti perkara pidana yang memang harus dimusnahkan dengan cara dibakar.

Ada pertanyaan pembakaran tumpukan kertas itu membuat banyak warga yang hendak berurusan ke loket pengambilan tilang di Kejari Medan kecewa. Saat jam kerja, loket pengambilan STNK ditutup, akibat pembakaran tumpukan kertas. Ada sekitar 1 jam kantoe Kejari Medan ditutup saat jam kerja.

Tiopan Siagian, seorang warga menyatakan kecewa dengan ditutupnya loket pengambilan STNK. “ Aku sudah menunggu 2  jam. Tapi kata petugas yang di pos depan Kejari Medan, loketnya ditutup. Jadi nanti saja diambil,” kata Tiopan yang hendak mengambil STNK sepedamotornya yang ditilang polisi beberapa waktu lalu.

Tiopan menyatakan, saat ia bertanya kepada petugas tersebut, jam berapa akan dibuka loketnya. Sang petugas mengatakan nanti saja datang, usai pembakaran dan asapnya hilang.

“Nggak abang tengok ada pembakaran ini, asapnya masuk ke dalam. Makanya loketnya ditutup. Nantilah jam 1 siang abang datang lagi,” ujar petugas yang mengenakan kaos berkerah warga kuning itu.

Karena merasa terlalu lama jika harus menunggu hingga 2 jam ke depan, Tiopan yang bermukim di Jl. Selamat, Simpang Limun, Medan Amplas itu meminta keringanan dan pengertian dari petugas, agar ia dapat mengambil STNK nya saat itu. Namun tetap saja, petugas itu tidak mengijinkan meskipun sebenarnya saat itu masih jam kerja.
“Nanti aja abang datang lagi. Nggak bisa dari dalam, harus dari luar,” tegas petugas itu lagi.

Tiopan yang ditanyai kru koran sesaat sebelum meninggalkan Kejari Medan, menyampaikan kekecewaannya.

“Alasan mereka karena ada pembakaran kertas, jadi asapnya masuk ke dalam. Makanya mereka istirahat 1 jam lebih cepat dari biasanya. Padahal kan dari dalam bisa juga ngambil, ngak harus menutup aktivitas kerja di sana. Kalau pun kacanya mau ditutup, silahkan. Tapi jangan jam kerjanya ikut-ikutan ditutup,” sebutnya. (alex siagian/metro24)

Loading...