Aksi terorisme, Ormas Islam dan Komunitas Dakwah Sumut keluarkan 7 pernyataan sikap

49
Puluhan Ormas Islam dan Komunitas Dakwah di Sumut saat membacakan 7 pernyataan sikap di Masjid Agung Kota Medan pada Kamis (17/05/2018), terkait aksi terorisme di Indonesia. (M24-Dedi)

MEDAN-M24 |Puluhan Ormas Islam dan Komunitas Dakwah di Sumatera Utara (Sumut), mengeluarkan tujuh pernyataan sikap terkait aksi terorisme yang sedang menggunjang Indonesia. Seperti yang terjadi di Surabaya dan Riau.

Adapun sebanyak 21 elemen ikut dalam memberikan pernyataan sikap itu. Ketua MUI Medan Prof Dr H Mohd. Hatta, Ketua BKM Masjid Agung Ustad Azwir Ibnu Aziz, Ketua GNPF Ulama Sumut Ustad Heriansyah SAg, Ketua GIP NKRI Dr Masri Sitanggang MP, Ketua Aliansi Ormas Islam Pembela Masjid Drs Leo Imsar Adnans.

Kemudian dari Rumah Sakinah Ustad Abdul Latif Khan S.Ag, Sekjen MUI Sumut DR. H. Ardiansyah MA, FPI Sumut Abu Fajar Imam, Ketua FUI Sumut Indra Suheri S.Ag, Dewan Dakwah Kota Medan Drg. Sahbana, Ketua Darul Ukhuwah Affan Lubis.

Puluhan Ormas Islam dan Komunitas Dakwah di Sumut saat melakukan diskusi di Masjid Agung Kota Medan pada Kamis (17/05/2018), terkait aksi terorisme di Indonesia. (M24-Dedi)

Selanjutnya, Ketua DPP KAUMI H. Irfan Hamidi, KH. Dr. Dedi Masri, Lc, MA , Direktur KIRAB Indra Buana Tanjung, SH, PPMI Indra Syafii, Muslim Kamal, Direktur PAHAM SUMUT Khairul Anwar Hasibuan, SH, Kamal Khan Sahabat Hijrahku, Ahmad Rosadi Rangkuti JPRMI Medan, Nursyahrul Ritonga Ketua Majelis Mujahidin Sumut, Panji Yudha Nugraha dari Pejuang Subuh Medan.

Salahsatu pernyataan sikap dari elemen Ormas Islam dan Komunitas Dakwah Sumut adalah, meminta kepada DPR dan pemerintah untuk membentuk tim pencari fakta yang terdiri dari aparat penegak hukum, ulama/tokoh agama, dan anggota DPR guna membongkar dalang aksi terorisme tersebut.

Selain itu, membentuk Tim Pencari Fakta, adapun isi dari pernyataan sikap lainnya yakni. Pertama, menyesalkan kejadian dan mengutuk aktor intelektual tragedi bom gereja di Surabaya, Mapolresta Surabaya, serta Mapolda Riau, yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan prinsip-prinsip semua agama.

Kedua, menyatakan duka sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dalam kejadian tersebut dan meminta pemerintah untuk memberikan bantuan baik material maupun non material kepada keluarga korban.

Ketiga, mengajak seluruh lapisan masyarakat Islam untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah dan mengisolasi tindakan-tindakan yang dapat merusak kedamaian NKRI.

Keempat, mengajak seluruh elemen untuk dapat bersama-sama menjaga perdamaian antar-umat beragama tanpa saling curiga. Kelima, meminta kepada DPR, Pemerintah serta Tokoh Agama/Ulama agar membentuk Tim Investigasi Independen yang menyelidiki kasus tersebut.

Keenam, menolak cara-cara penanganan dan penanggulangan hal-hal yang berkaitan dengan kasus tersebut yang melanggar nilai HAM, melecehkan nilai-nilai dan lambang-lambang agama apapun.

Ketujuh, menyerukan kepada DPR dan Pemerintah untuk dapat menyelesaikan RUU Terorisme yang dapat menjadi payung hukum dalam mengungkapkan dan menanggulangi tindak pidana terorisme yang berlandas kepada perspektif Hak Asasi Manusia.(Dedi)

Loading...