Dewan dukung Kapolda Paulus begal tembak tempat

Rel-Medan | Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan, Surianto SH, mendukung kebijakan Kapoldasu, Irjen Paulus Waterpauw, yang menginstruksikan perintah tembak di tempat kepada pelaku begal. Pasalnya pelaku begal sangat meresahkan masyarakat Kota Medan.

Pria yang akrab disapa Butong ini menduga, maraknya begal berkaitan langsung dengan narkoba. Apalagi banyak oknum-oknum petugas yang bermain dan ikut berperan dalam dalam peredaran narkoba.

“Masyarakat yang kelaparan masih memiliki akal sehat. Berbeda dengan pengguna narkoba yang tidak waras dalam berfikir. Jadi gampang saja dia menghilangkan nyawa orang lain. Sekarang masyarakat pun takut dan was-was. Apalagi mau keluar malam,” ungkapnya.

Loading...

Sebelumnya, Ketua Fraksi Golkar DPRD Medan, Ilhamsyah SH, menyebutkan maraknya kejahatan dengan kekerasan di Kota Medan yang tidak segan-segan membunuh para korbannya menunjukkan bahwa ibukota Provinsi Sumatera Utara dalam situasi tak aman.

Maraknya kejahatan tidak terlepas dari sulitnya mendapatkan pekerjaan di Kota Medan. Oleh karenanya, Wali Kota Medan harus mengambil sikap sembari mengajak vendor aplikasi jasa angkutan online untuk bekerja sama dan pihak vendor jangan hanya memikirkan keuntungan semata.

“Polisi harus bertindak tegas. Bagaimana kalau mencari makan saja susah. Melalui aplikasi yang terdata saja pelaku berani melakukan upaya pembunuhan. Saya menilai ada kaitannya dengan maraknya narkoba,” imbuhnya kala itu.

Sementara itu Walikota Medan, Dzulmi Eldin meminta kepada seluruh masyarakat Kota Medan untuk saling menjaga diri satu sama lain. Mengingat beberapa waktu belakangan ini, kejahatan dengan tindak kekerasan bahkan sampai menghilangkan nyawa orang lain kerap terjadi.

Menurutnya, untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pihak kepolisian sudah bekerja keras mengungkap kejahatan, tertutama kepada pengemudi angkutan online yang selalu menjadi korbannya.

“Saya sudah instruksikan kepada camat dan lurah untuk mengaktifkan kembali siskamling, supaya menjaga kondusifitas kota ini. Posisikanlah diri (camat dan lurah) sebagai pelindung masyarakat,” ujarnya, kamis (28/9/2017).

Kepada pengemudi angkutan online, orang nomor satu di Kota Medan ini mengimbau agar saling mengingatkan antar sesama pengemudi. Sehingga, apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, dapat berkoordinasi dengan cepat.

“Dinas Perhubungan, Satlantas Polrestabes Medan dan provider angkutan online saat ini sedang menjalin kerja sama untuk meningkatkan koordinasi. Dengan begitu, kejadian-kejadian yang dapat merugikan kedua belah pihak dapat di minimalisir,” sambungnya.

Loading...