Diduga dikriminalisasi, PWI Madina kecam penangkapan wartawan di Tapteng

125
Ketua PWI Madina, Sarmin Harahap, SE, M. Si.

Jeffry Barata Lubis – Madina |Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengecam tindakan penangkapan yang dilakukan aparat kepolisian Polres Tapanuli Tengah (Tangteng) yang terkesan dipaksanakan terhadap salah seorang wartawan harian terbitan Sibolga inisial BEL, rabu sore (13/09/2017) disalah satu warung.

Hal itu ditegaskan Ketua PWI Madina, Sarmin Harahap, SE, M. Si kepada M24.co, kamis (14/09/2017) menanggapi prosesi penangkapan salah satu wartawan Tapteng yang diduga adanya kriminalisasi terhadap profesi wartawan.

Seharusnya dalam kasus ini aparat kepolisian benar-benar profesional, adil dan tidak memihak dalam menjalankan tugasnya untuk menegakkan supremasi hukum serta harus sesuai prosedur (SOP).

Karena imbuhnya, berdasarkan informasi yang kita terima dari rekan-rekan di Tapteng, penangkapan rekan BEL masih penuh tanda tanya, langsung dilakukan penangkapan dan penahanan.” tegasnya

Untuk itu sambungnya, Kita meminta kepada Kapoldasu, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw, MH agar melakukan penyelidikan terkait dasar penahanan oknum wartawan yang kita duga penuh tanda tanya dan terkesan ada kriminalisasi atau diduga ada pesanan.

“Kapoldasu juga harus menyelidiki apa sebab dan musabab terjadinya kasus ini. Sebab kita mendapat kabar, dalam permasalahan ini ada sangkut pautnya dengan oknum kepala SKPD di Tapteng terkait masalah pemberitaan dan berujung kepada ditahannya rekan BEL tersebut,”ungkapnya.

Kemudian tambah Sarmin yang sudah dua periode menjabat sebagai Ketua PWI Madina ini, kita meminta kepada Indonesia Police Watch (IPW) dan Ombudsman agar turut serta melakukan pemantauan jalannya proses hukum terkait penahanan wartawan Tapteng ini demi tegaknya supremasi hukum yang hakiki.

Loading...