Duet BAT-Fik Sagala Pimpin IJTI Sumut Periode 2016-2019

img_20161113_150525

M24.CO|MEDAN

Proses pemilihan pengurus IJTI Sumut berlangsung dengan semangat kebersamaan, tertib dan penuh kekeluargaan. Peserta Musda yang melakukan registrasi ulang tercatat sebanyak 150 orang dari 33 kabupaten/kota di Sumut, termasuk dari kepulauan Nias. Sedangkan lulus verifikasi dan dinyatakan memiliki hak suara sebanyak 117 orang.

Saat pemilihan ketua, maju 3 kandidat Ketua IJTI Sumut masing-masing Budiman Amin Tanjung alias (TRANS7), Ahmad Zulfikar Sagala (MNC Group) dan Surya Dharma (METRO TV). Surya Dharma akhirnya mengundurkan diri sebagai kandidat ketua sesaat sebelum pemilihan berlangsung.

Hasil perolehan suara sama kuat antara kedua kandidat. Dari 117 suara, kandidat BAT dan Fik Sagala masing-masing memperoleh 58 suara. Sedang 1 suara dinyatakan batal.

Sterring Commite sempat menunda proses pemilihan beberapa waktu, untuk menggelar pemungutan suara ulang. Namun atas semangat kebersamaan, hasil mufakat kedua kandidat dengan melibatkan sterring commite dan peserta Musda, BAT mendapat amanah sebagai Ketua dan Fik Sagala menduduki jabatan Sekretaris IJTI Sumut periode 2016 – 2019.

Ketua IJTI Sumut terpilih, BAT menyatakan akan memperkuat kekompakan jurnalis sumut dengan membentuk Koordinator Daerah (Korda) berdasarkan pengelempokan wilayah. Untuk sementara, IJTI Sumut telah memiliki 2 Korda yakni di Korda IJTI Asahan dan Korda IJTI Sibolga.

“Korda IJTI Asahan meliputi Batubara, Asahan dan Tanjung Balai. Sedang Korda Sibolga membawahi Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah. Kedepan, kita akan bentuk di sejumlah daerah lain, misalnya Korda Langkat, Karo, Labuhanbatu, Tabagsel dan Korda Nias,” sebut BAT.

Sementara Sekretaris Fik Sagala berharap IJTI Sumut tidak hanya menjadi organisasi yang membekali anggotanya dengan keahlian jurnalistik televisi, namun juga sebagai lembaga yang mampu mengadvokasi anggotanya jika terbentur dengan masalah hukum. Solusinya adalah membekali jurnalis televisi dengan pemahaman kode etik jurnalistik dan membentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers.

“Tingkat kekerasan yang dialami jurnalis televisi di Sumut juga menjadi bagian dari perhatian. Kita berharap, IJTI dan sejumlah organisasi pers di Sumut bersinergi dalam membentuk LBH Pers,” sebut Fik.(winsah)

Loading...
author