Kejayaan Danau Toba Harus Dikembalikan

Victor Simanjuntak Sayangkan Eksploitasi Danau Toba

M24.CO|MEDAN
Dewan Penasehat Jaringan Pendamping Kebijakan Pemerintah (JPKP) Brigjen Pol (Purn) Victor Edison Simanjuntak, sangat menyayangkan eksploitasi Danau Toba hingga berimbas merosotnya kejayaan pariwisata Danau Toba.

“Pada tahun 80-an, Danau Toba merupakan tempat wisata yang nyaman, bersih, hijau, dingin, dan indah. Suasana persahabatan, keramahan, dan kekayaan budaya Batak sangat kental terasa. Danau Toba dikelilingi bukit-bukit hijau yang penuh dengan pepohonan besar dan rindang,”kata Victor baru baru ini.

Sebelumnya, kata Viktor, dari Panatapan masih ada tulisan ‘Rimba Ciptaan’, yang terbentuk dari pohon-pohon di bukit. Banyak turis lokal dan mancanegara datang ke Danau Toba untuk menikmati udara sejuk serta panorama yang indah.

“Namun, sekarang semuanya telah berubah. Air Danau Toba telah tercemar, menyusut, dan tidak lagi menawarkan kenikmatan untuk berenang. Bukit-bukitnya gundul, dan tulisan bersejarah itu tinggal kenangan. Kawasan Danau Toba yang dulu subur dan indah, sekarang telah menjadi kering, tercemar, dan tidak lagi memberikan hasil yang baik kepada petani, peternak, dan nelayan,” katanya.

Disayangkan, setiap harinya kira-kira ribuan ton pakan ikan masuk ke danau. Air pun menjadi kotor dan tercemar. Ikan Pora-pora yang dulunya bisa dilihat dengan mata telanjang kini telah tertutupi pekatnya air. “Untuk berenang pun, kita pasti akan berpikir panjang terlebih dahulu,”sesalnya.
Victor juga mengkritik bangunan-bangunan yang tidak rapi, kapal-kapal yang diparkir sembarangan, sampah-sampah yang dibuang ke dalam danau, dan tumbuhan eceng gondok yang dibiarkan tumbuh dengan liar.

“Pupuk pestisida yang digunakan masyarakat untuk bertani pun dibuang seenaknya ke dalam danau, tanpa melalui proses filter terlebih dahulu. Sampah-sampah yang dibuang sembarangan oleh wisatawan maupun masyarakat setempat memenuhi hamparan pasir dan juga air danau, seolah Danau Toba telah beralihfungsi menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” ketusnya.

Menurut Victor, masalah yang telah terjadi hampir 20 tahun belakangan dikarenakan semua pihak hanya memikirkan untuk mengambil keuntungan dari Danau Toba, tanpa pernah berpikir dan berupaya untuk menjaga ekosistemnya, apalagi memeliharanya.

“Semua orang dibutakan oleh kepentingan, baik itu perorangan maupun kelompok. Lagi-lagi, yang menjadi korban dan merasakan akibatnya adalah masyarakat setempat,” sambungnya.

“Kita harus melakukan sesuatu untuk mengembalikan Danau Toba seperti sedia kala. Yang hijau, subur, indah, bersih, serta menjadi sentra wisata dunia. Semua pihak harus bahu-membahu dan berjuang bersama-sama. Panduannya sudah ada, yaitu Perpres No. 49 Tahun 2016, tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Danau Toba. Panduan mengelola kawasan Danau Toba telah tertuang dalam Perpres No. 81 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Danau Toba,” kata Victor.

Untuk menyempurnakan Perpres tersebut, katanya, sebaiknya dibentuk tim survey yang terdiri dari ahli Tata Ruang, Pariwisata, Lingkungan, Perkebunan, Pertanian, Kehutanan, Perikanan, Kelautan, Perhubungan, Kebudayaan, dan ahli Agro Bisnis.

“Tim ahli ini akan melakukan survey ke berbagai tempat wisata, kemudian membuat blue print pembangunan Kawasan Danau Toba. Blue Print ini akan dipaparkan kepada pemerintah dan juga masyarakat. Setelah memperoleh persetujuan, blue print tersebut dapat segera direalisasikan,” lanjutnya.

Menurut pendapat Victor, Blue print tersebutlah yang nanti akan digunakan sebagai suatu sistem, yang dapat menjadi panduan kepada masyarakat tentang lokasi dan peruntukannya, agar semua masyarakat yang lahannya akan digunakan, tidak tergusur.

“Presiden Joko Widodo juga telah mencanangkan Danau Toba sebagai salah satu dari 10 Destinasi Wisata Unggulan Indonesia.Selain pemerintah, katanya, masyarakat juga harus mau diajak bekerja sama dan saling bahu-membahu. Harus ditumbuhkan rasa memiliki atas Danau Toba di dalam diri setiap orang, agar mau berusaha mewujudkan yang terbaik bagi Danau Toba. Karena apabila Danau Toba kembali seperti dulu dan dikunjungi oleh turis-turis lagi, maka kehidupan masyarakat setempat juga pasti akan lebih baik dari saat ini,” terang Victor panjang lebar.

Pria berusia 59 tahun ini juga melanjutkan, hal pertama dan sederhana yang harus dilakukan masyarakat adalah dengan mematuhi peraturan pemerintah yang berkaitan dengan Danau Toba.

Selain itu, harus ditumbuhkan kesadaran dan disiplin, yaitu dengan menjaga kebersihan, atau tidak membuang sampah di kawasan Danau Toba.
“Mari kita kembalikan pesona Danau Toba seperti dulu lagi, sehingga bisa mengundang turis-turis domestik dan mancanegara, agar kehidupan masyarakat setempat pun bisa menjadi lebih baik dan sejahtera. Kebudayaan Batak juga harus tetap terpelihara, agar terwujud program Danau Toba Menjadi Sentra Wisata Dunia,” tutupnya. (rel)

Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.