Kodim 0212/TS Tapsel Gelar Dialog Berbangsa dan Bernegara

img_20161113_163244

M24.CO|SIDIMPUAN

Dihadapan ratusan masyarakat dan jajarannya se-wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Komandan Kodim 0212/TS (Tapanuli Selatan) melakukan dialog guna menjalin kesepahaman berbangsa dan bernegara paska terjadinya ‘aksi 4/11’ lalu dan mengambil sikap untuk menghadapi ancaman global, di Aula Makodim.

Dalam arahannya, Letkol Inf Septa Viandi menegaskan, kegiatan komunikasi sosial (Komsos) dalam bentuk dialog ini merupakan arahan langsung dari Panglima TNI. Tujuannya, selain memperkuat hubungan silaturahmi, juga untuk menyamakan persepsi dan kesepahaman guna menumbuhkan kepedulian terhadap bangsa dan negara, khususnya di wilayah teritorial Kodim 0212/TS.

“Saat ini ada banyak persepektif ancaman bersifat global yang dihadapi bangsa kita, dan hal ini sangat berpengaruh. Dan untuk menghadapi ancaman ini, sangat diperlukan sikap dari semua anak bangsa,” ujarnya.

Dandim menjelaskan adapun berbagai persepektif ancaman tersebut, seperti menipisnya minyak dunia yang dapat berujung pada terjadinya konflik energi. Hal itu juga sudah banyak terjadi di negara-negara penghasil minyak, namun selalu terjadi perang, seperti di negara arab.

“Begitu juga di Indonesia yang kaya akan sumber pangan, air dan energinya, dikhawatirkan akan menjadi incaran asing untuk dapat menguasainya,” jelas mantan Danyonif 123 Rajawali ini.

Ancaman lainnya, ungkap Septa, seperti ancaman Teroris, diketahui berapa banyak warga indonesia yang keluar negeri dan ikut bergabung dengan para militan. Disana mereka diajarkan militer, dan kembali lagi ke indonesia.

“Dan yang paling nyata adalah masalah penyalahgunaan narkoba. Dimana-mana dan hampir setiap hari kita selalu melihat berita tentang itu, dan masalah ini juga sangat menjadi ancaman yang serius. Sebab, rusaknya generasi muda (lost generation,red) dan masyarakt oleh narkoba,” terangnya.

Begitu juga dengan persaingan ekonomi yang terus semakin ketat, dibutuhkan sikap optimis untuk merubah negara ini agar dapat lebih baik lagi kedepannya. Tidak mudah dipecah belah dan saling bersatu untuk mewujudkan indonesia sebagai bangsa pemenang.

“Negara kita ini sangat kaya raya, dan kita harus selalu waspada, sebab negara kita akan menjadi incaran negara lain. ‘Kekayaan Alam Indonesia, suatu saat nanti akan membuat iri negara lainnya,” ucapnya menyebut ungkapan sang Proklamator Presiden Soekarno.

Bagaimana Mengatasinya? Untuk itu, terang Dandim, hilangkan sikap ke-ego-an, bukan ‘Aku’ tapi ‘Kita’. Amalkan apa yang menjadi landasan dan falsafah hidup berbangsa yaitu Pancasila. Berbuatlah yang terbaik tulus dan ikhlas.

“Kita semua harus bersatu, paham akan situasi, jangan mudah terpecah belah oleh provokasi baik yang datang dari dalam maupun luar yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa kita, bangsa indonesia,” ajaknya dan jika ada masalah harus mengutamakan musyawarah untuk menjaga persatuan dan kesatuan di daerah masing-masing.(sabar)

Loading...
author