KPU Sumut: Real count hasil Pilgubsu sebenarnya

MEDAN-M24 |Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea, mengatakan, hasil penghitungan suara Pilgubsu 2018, sesungguhnya adalah penghitungan berjenjang dari Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) hingga tingkat KPU.

Karenanya, kata dia, real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, merupakan hasil penghitungan suara yang resmi dari Pilgubsu 2018.

“Itulah hasil Pilgubsu sebenarnya. Yang menang jangan euforia dulu, karena hasil quick count bukanlah hasil resmi dari KPU Provinsi Sumatera Utara,” terang Mulia, kemarin.

Loading...

Ia menambahkan, tentunya siapapun nanti yang terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, itulah gubernur pilihan dari masyarakat Sumatera Utara.

“Tetaplah menunggu hasil proses rekapitulasi perolehan suara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, yang dilakukan secara berjenjang mulai dari KPPS, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) kab/kota dan rekapitulasi di tingkat provinsi,” tandasnya.

Terkait itu, salah satu Pemerhati Hitung Cepat di Sumut, Mahyadi Andurohman Arofi, mengatakan, hasil hitung cepat (quick count) berbagai lembaga survei untuk Pilgubsu 2018, usai pencoblosan 27 Juni kemarin, merupakan asumsi sementara.

“Pengitungan yang tetap itu resmi versi KPU Sumut 7-9 Juli 2018. Terlebih lagi banyak data yang belum terkumpul, terutama dari daerah pedalaman dan pesisir yang jauh dari Kota Medan,” ungkap Mahyadi.

Menurut data yang diperolehnya, Djoss unggul di sejumlah daerah, di antaranya Taput, Humbahas, Sibolga, Tapteng, Toba, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Gunung Sitoli, Dairi, Pakpak Barat dan Tanah Karo.

“Untuk daerah Medan dan sekitarnya, penghitungan suara yang kami peroleh, Djoss dapat mengimbangi suara Eramas, bahkan Versi realqount dari Bisnisdairy.com menyatakan, pasangan Djoss unggul 52,4% dan 49,9%,” jelasnya.

Mahyadi menambahkan, baiknya euforia kemenangan jangan sampai berlebihan, karena angka yang ditampilkan pada quickcount belum bisa dipastikan benar. Angka tersebut dapat berubah. “Karena itu, mari kita tunggu hasil penghitungan resmi KPU Sumut dan jangan berasumsi berlebihan. Karena kondusifitas pasca Pilgubsu 2018 sangat diperlukan bagi keberlangsungan pembangunan Sumut yang bersih, mudah dan transparan,” ucapnya.

Senada, Alumni IMM Sumut, Ridwan Awali ST, minta masyarakat Sumut tidak membangun opini sebelum ada hasil jelas dari KPU sebagai penyelengara Pilgubsu 2018. “Saya berharap masyarakat Sumut tidak membangun opini sebelum ada hasil yang jelas dari KPU Sumut sebagai penyelengara Pilgubsu yang dibuat oleh pemerintah,” harapnya. (ardi)

Loading...