Lapor Kapolda ! Kami Sering Diganggu Preman

laporM24.COI BELAWAN
Pak Kapolda, di Belawan masih banyak Organisasi Kepemudaan (OKP) yang meresahkan masyarakat. Gak percaya, tanya Zega (47). Ia merupakan salah satu anggota Himpunan Penggarap Pengusahaan Lahan Kosong Negara (HPPLKN).
“Sebenarnya saat ini petanilah yang mesti dilindungi negara. Bukan para preman atau ketua OKP yang berlindung dalam kelompok tani. Bapak-bapak polisi bisa lebih paham, bisakah OKP menggarap lahan negara,”tanya Zega. Zega sendiri sedang mendampingi kelompok taninya untuk memberikan keterangan ke penyidik Polres Pelabuhan Belawan, Rabu (23/11/2016).

Lebih lanjut, Zega juga memaparkan terkait pemanggilan mereka di Polres Pelabuhan Belawan. Sebelumnya kelompok HPLKN pernah dipanggil pihak Polres Pelabuhan Belawan untuk bertemu dengan KTB (Kelompok Tani Bersatu). Namun saat mediasi antara kedua belah pihak terjadi kejanggalan.

Karena kelompok tani yang diharapkan, bisa berganti dengan Ketua OKP WZK yang tidak sesuai dengan inti permasalahan. “Kita berjuang hanya untuk sepetak rumah.Tapi selalu saja diganggu oleh pihak-pihak kaki tangan mavia tanah. Bahkan mereka tak segan-segan untuk melakukan kekerasan,” beber Zega lagi.
Informasi yang dapat dikumpulkan di Polres Pelabuhan Belawan, permasalahan terjadi karena pilhak Al-Wasliyah melaporkan lahan miliknya di Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli ke Polres Pelabuhan Belawan, karena telah diduduki oleh kelompok tani yang tergabung di HPPLKN.
Penelusuran reporter media online ini, para petani penggarap kerap selalu diganggu orang-orang tak dikenal yang diduga keras adalah para preman bayaran mafia tanah. Dan dalam kurun waktu setahun ini saja, telah 3 kali ada penyerangan yang dilakukan para preman terhadap kelompok tani di Desa Helvetia.(totok)
Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.