Manajemen PD Pembangunan dituntut harus Up To Date

41

 

Aruan-Medan|Manajemen Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan dituntut harus up to date. Ini diperlukan untuk meringankan beban dan membantu operasional supaya terhindari dari kondisi rugi dan keterpurukan.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Pansus LPj Ilhamsyah saat memimpin rapat pembahasan LPj pelaksanaan APBD Kota Medan TA 2016 di ruang banggar gedung dewan, Rabu (20/9).

Ilhamsyah menilai sebagai upaya peningkatan kemajuan perusahaan milik Pemko Medan itu, manajemen PD Pembangunan harus terus dibenahi. “Manajemen harus valid dan memiliki pemasaran yang canggih dan up to date,” saran Ilhamsyah yang juga selaku Ketua Fraksi Golkar DPRD Medan ini.

Selain itu, anggota DPRD Medan yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) menawarkan solusi dan minta beban utang Pajak Bumi Bangunan (PBB) sebesar Rp6 miliar dapat diputihkan.

“Kita rekomendasikan saja agar hutang PBB PD Pembangunan kepada Badan Pengelolaan dan Pajak Daerah Pemko Medan supaya diputihkan (dihapuskan). Ini untuk meringankan beban dan membantu biaya operasional perusahaan sehingga dapat lebih maju,” ujar Ilhamsyah.

Pendapat hampir sama juga disampaikan anggota Pansus lainnya Andi Lumbangaol. Ia menilai Dirut PD Pembangunan Putrama Alkhairi harus memiliki visioner bagaimana untuk memajukan PD Pembangunan sehingga terhindar dari keterpurukan.

“Bagaimana agar perusahaan menjadi primadona dan jangan terus merugi. Kepada Dirut harus punya target berapa lama memulihkan kondisi perusahaan sehingga dapat menghasilkan untung. Bagaimana biar bisa untung. Jangan rugi terus, itu tugas Direksi,” tegas Andi yang juga Ketua Fraksi Persatuan Nasional (Pernas) DPRD Medan dari PKPI ini.

Sedangkan Godfried Effendy Lubis mengatakan, akibat kondisi PD Pembangunan yang kerap merugi disarankan untuk merubah status dari PD menjadi Perseroaan Terbatas (PT).

“Kita sarankan supaya diganti badan hukumnya ke notaris. Jika sekarang ini selalu tergantung kepada badan pengawas. Maka setelah berubah menjadi PT akan lebih bebas. Kalau hanya menunggu suntikan modal tidak akan maju maju, ” terang Godfried selaku politisi Gerindra ini.

Sebelumnya Dirut PD Pembangunan Putrama Alkhairi memaparkan kondisi perusahaan saat ini semakin membaik. Dari utang sebelumnya Rp4 miliar saat ini tinggal Rp2,9 miliar. Putrama yang juga mantan anggota DPRD Medan menambahkan pihaknya terus melakukan pembenahan manajemen dan administrasi.

Untuk upaya peningkatan kemajuan PD Pembangunan, pihaknya terus melakukan kerjasama dengan pihak ketiga. Saat ini PD Pembangunan mengelola Kebun Binatang, Kolam Renang Deli, Gelanggang Remaja, Pergudangan Kayu Putih dan Rumah Susun Amplas.

Loading...