Muslim Muis: Saber Pungli Buang-Buang Anggaran

107


MEDAN| Saber Pungli ( Sapu Bersih Pungutan Liar) yang dibentuk berdasarkan Perpres No 87 Tahun 2016 tanggal 21 Oktober 2016 lalu, yang dikendalikan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam)

Menurut pakar hukum dari Pusat Studi Hukum dan Pembaharuan (PUSPHA), Muslim Muis mengatakan bahwa saber pungli hal yang tidak perlu dan buang-buang anggaran.

“Saber Pungli ini hanya habiskan anggaran saja, soalnya waktu pertama kali didirikan seolah olah ekspose terus, tapi nyata nya sekarang masih banyak kali yang gak terendus tim saber pungli, contoh kecil saja kasus di Pengadilan Agama kita masih bayar surat kuasa sebesar Rp 50 ribu,” ujar Muslim Muis ketika ditemui di Pengadilan Negri Medan. Senin (30/1) sore

Muslim juga mengatakan bahwa saber pungli ini salah satu bentuk proyek yang mubajir yang dibuat negara untuk pelaku pelaku pungli. ” Saber pungli ini proyek yang mubajir, pertama tama aja ekspose nya paten kali, ujung-ujung lembek, kayak istilah keras-keras kerupuk disiram air lembek juga,” paparnya.

Muslim menambahkan saber pungli harus dilaksanakan dengan tegas bila perlu langsung tindak oknum oknum yang bersangkutan.  “Kalau emang mau serius, saber pungli ini harus tegas, misalnya bulan ini tidak ada kedapatan, pecat oknum2 nya seperti kadis, ini kadis malah bagi bagi jabatan,” tutup Muslim (rivan)

Loading...