Pemkab Tapteng Gelar Seminar Budaya Pesisir

kk
M24.CO|TAPTENG

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng), bekerja sama dengan Lembaga Budaya Seni Nagari Pesisir (LABASINAR), gelar seminar tentang keberadaan budaya pesisir di Kabupaten Tapteng, Selasa (29/11) di Kadai LABASINAR Pemandangan Hajoran.

Sapwan Pohan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Tapteng, dalam laporannya menjelaskan tujuan pelaksanaan seminar tentang keberadaan budaya pesisir di Kabupaten Tapteng.

“Ada pun tujuan kita melaksanakan kegiatan seminar ini, yakni menyatukan persepsi tentang kebudayaan pesisir di Tapanuli Tengah, untuk dijadikan pedoman pengembangan kebudayaan pesisir. Mencari bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menjadi panduan dalam pembinaan kebudayaan pesisir oleh instansi terkait,” jelasnya.

Ketua LABASINAR Abdul Rahman Sibuea, dalam sambutannya mengatakan akan berusaha mengembangkan kembali kebudayaan pesisir di Kabupaten Tapteng.

“Disini saya akan berusaha mengembangkan kembali kebudayaan pesisir di Kabupaten Tapanuli Tengah, agar budaya pesisir yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah yang kita cintai ini tidak terlupakan oleh waktu,” katanya.

Sementara itu, Pj Bupati Tapteng, Drs Bukit Tambunan, diwakili Asisten II Pemkab Tapteng, Aris Sutrisno dalam bimbingan dan arahannya, menerangkan sejarah tentang suku pesisir di Sibolga-Tapteng, yang berkaitan dengan suku Minangkabau yang melakukan imigrasi ke Kabupaten Tapteng.

“Suku pesisir adalah sebuah kelompok masyarakat yang terbesar di pesisir barat Sumatera Utara. Menurut sejarahnya, suku pesisir merupakan penduduk Minangkabau yang bermigrasi ke Tapanuli Tengah dan telah bercampur dengan suku melayu, mandailing dan batak toba. Dengan adanya imigrasi itu, dan secara demografi wilayah pesisir Sibolga-Tapteng, berdekatan dengan wilayah Sumatera Barat, maka secara umum kebudayaan Minangkabau juga dibawa ke daerah pesisir Sibolga-Tapteng,” terangnya.

Pantauan Metro24.co, acara seminar tentang keberadaan budaya pesisir di Kabupaten Tapteng, dihadiri oleh tokoh-tokoh adat pesisir, guru-guru kesenian, pengurus sanggar beserta anggota, dan pembicara dari Universitas Sumatera Utara (USU). (Andreas)

Loading...
author