Pimpinan polri diminta evaluasi kapolsek delitua

MEDAN-M24 |Praktisi hukum, Hasrul Benny Harahap SH MHum menyayangkan sikap Kapolsek Delitua, Kompol BL Malau yang dituding menganiaya anggota Satsabhara Polrestabes Medan, Bripda Alone Panjaitan.

“Saya sangat menyesalkan sekali atas tindakan dari oknum Kapolsek tersebut. Seharusnya tindakan yang dilakukan tidak dengan cara memukul maupun menyekik. Apalagi sama-sama kita ketahui, ada masalah miss komunikasi atas kejadian tersebut,” ujarnya kepada M24, Sabtu (7/7/2018).

Menurut Hasrul, perbuatan tersebut tidak sejalan dengan reformasi kepolisian yang mengedepankan sikap humanis. Dimana pendidikan dengan cara kekerasan tidak lagi dibenarkan. Karenanya, BL Malau dianggap tidak layak menduduki jabatan sebagai kepala kepolisian.

Loading...

“Apalagi oknum petugas jaga itu sudah menjalankan sesuai prosedur. Kalaupun misalkan anggotanya itu bersalah, kan tidak harus dianiaya. Kalau begitu, pimpinan Polri harus mengevaluasi oknum Kapolsek itu dan yang bersangkutan tidak layak jadi seorang pimpinan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kompol BL Malau dituding telah menganiaya anggota Satsabhara, Bripda Alone Panjaitan, Jumat (6/7). Karena portal tidak dibuka, Kapolsek Delitua itu memukul dada dan meremas mulut Bripda Alone. Meskipun sudah dijelaskan jika di halaman Mapolrestabes Medan tengah berlangsung apel personel.

Kasat Shabara, AKBP Sonny W Siregar yang dikonfirmasi mengatakan, BL Malau sudah sudah minta maaf. “Sudah minta maaf kepada saya dan mengakui kesalahannya,” ujar Sonny W Siregar.

Kapolsek Delitua, Kompol BL Malau sendiri membantah telah melakukan penganiayaan terhadap Brigadir Alone. Bahkan BL Malau memastikan tidak menyentuh Bripda Alone Panjaitan. (ardi)

Loading...