PT KPPN Percut Sengsarakan Warga

 

M24.CO I DELISERDANG

Ketua DPRD Deliserdang, Ricky Prandana Nasution, minta agar PT KPPN (Karsa Prima Pertama Nusa) yang berlokasi di Kecamatan Percut Seituan segera ditutup. PT ini dianggap telah meresahkan dan menyengsarakan warga.

“ Iya kita minta agar pemerintah Kabupaten Deliserdang segera menutup PT KPPN, perusahaan yang memproduksi semen curah itu sudah mengganggu ketentraman dan menyengsarakan warga sekitarnya,” tegas Ricky

Alasan ketua DPRD Deliserdang ini mengatakan agar segera ditutup yakni telah menyengsarakan warga sekitar akibat debu yang ditimbulkan ketika mengangkut semen curah dan debu itu beterbangan sehingga membawa penyakit berbahaya. Belum lagi PT KPPN itu sangat berdekatan dengan perumahan masyarakat, sehingga aktifitas masyarakat terganggu.

“ Tutup, bila izinnya tak ada. Karena menyengsarakan masyarakat sekitar. Saya minta agar instansi terkait jangan ada yang melakukan pembelaan dengan keberadaan PT KPPN itu” terangnya dengan nada marah.

Ricky dari Fraksi Golkar itu menegaskan lagi lebih mengutamakan kenyamanan dan ketentraman warga sekitar dari pada keberadaan PT KPPN yang tak jelas itu, “ Sekalipun PT KPPN sudah mengurus ijinnya, saya minta agar tetap ditutup dan instansi terkait harus meninjau ulang ijin yang dikeluarkan itu, karena warga sekitar sudah sangat marah” terangnya.

Menurut Ricky, keberadaan dewan selaku wakil rakyat harus berada pada posisi depan dan pro rakyat, tidak lagi bersifat melakukan pembodohan dan membela yang bayar, “ Kalaupun ada ijin, namun meresahkan tetap harus dibongkar dan ditutup. Satpol PP jangan tutup mata dengan persoalan ini” tegasnya.

Kasatpol PP Pemkab Deliserdang, Suryadi Aritonang menegaskan bahwa PT KPPN sudah memiliki ijin yang lengkap dan pihaknya hanya bisa bertindak jika ada melanggar Perda dan itupun jika instansi terkait mengirimkan surat kepihaknya lalu akan dilakukan tindakan.

“ Kami bertindak ketika ada melanggar Perda, PT KPPN sudah lengkap ijinnya dan tidak ada perintah untuk dilakukan pembongkaran” kata Suryadi.

Terkait kerusakan jalan akibat dumtruk pembawa semen curah yang melebihi tonase menyebabkan tersulutnya emosi warga dan mengkomplain keberadaan PT KPPN, menurut keterangan Kadis PU, Ir Donal L Tobing bahwa cara masyarakat dengan membuat portal di lokasi jalur masuk dan keluar jalan umum sudah benar.

“ Memang pihak PT KPPN pernah berjanji akan memerbaiki kerusakan jalan dan hal itu sudah disepakati dengan warga. Jalan rusak yang dikomplain warga akibat angkutan pembawa semen curah melebihi tonase, sehingga aspal terkelupas, padahal Pemkab sudah memerbaiki akses jalan menuju kediaman warga sekitarnya” tegas Donald.

Terang Donald, sekalipun pihak perusahan itu melakukan perbaikan jalan bukan berarti, dumtruk pembawa semen curah akan bebas untuk melintasinya. Kenderaan yang melintas harus disesuaikan dengan kapasitas jalan, daya dukung dan  kelas jalan itu sendiri.

“ Jadi jika melebihi tonase dan dapat merusak jalan, maka juga tidak boleh dilintasi pihak perusahaan” terang Donald Tobing.

Sementara Humas PT KPPN, Danang PJ ketika dikonfirmasi wartawan tidak mengangkat telephone selulernya, pesan singkat yang dikirimkan juga tidak berbalas.(azwar )    

 

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.