Sidang Gugatan Harta Warisan Keluarga Parlindungan Purba, Panusuanan : Jangan Beli RS Sari Mutiara dan USMI..!!

toba

Parlindungan Purba yang digugat oleh adiknya Panusunan Purba

M24.CO|MEDAN
Diam-diam, keluarga besar anggota DPD RI asal Sumut, Parlindungan Purba menyimpan cerita sengkarut harta warisan. Panusunan Yacob Purba (45), anak ke-5 dari 7 ‘Purba’ bersaudara ini kemarin mendaftarkan gugatannya ke Pengadilan Negeri (PN) Medan Nomor: 310/Pdt.G/2016/PN.Mdn. Panusunan menggugat ke-6 saudara/inya terkait harta ‘wasiat’ peninggalan sang ayah.

Dalam pengakuannya kepada awak koran ini, Selasa (18/10) siang di Pengadilan Negeri (PN) Medan, usai menjalani sidang pertamanya, Panusunan mengaku, sejak kedua orang tua mereka meninggal dunia dua tahun lalu, seluruh perusahaan peninggalan ayahnya dikelola oleh abang-abangnya. Namun dirinya justru tidak kebagian jatah mendapatkan warisan apapun termasuk posisi hingga laba perusahaan peninggalan ayahnya.

“Ada beberapa perusahaan orang tua kami, kalau nominal assetnya mencapai triliunan rupiah. Sejak orang tua kami meninggal, perusahaan tersebut dikelola abang-abang saya. Namun hingga saat ini saya tidak pernah diberi keuntungan dan pembagian laba dari perusahaan ayah saya sedikitpun,” bebernya.

Panusunan bahkan menduga, jika beberapa aset perusahaan justru telah diambil alih saudara-saudaranya. “Dugaan saya, beberapa aset perusahaan dan harta peninggalan orang tua kami sudah dialihkan atas nama mereka dan saya tidak pernah diberitahu,” lanjutnya.

Beberapa aset milik keluarga yang kini cukup dikenal, kata Panusunan diantaranya Rumah Sakit Umum Sari Mutiara, Universitas Sari Mutiara Indonesia (USMI) serta sejumlah usaha lain.

Atas sengkarut harta warisan tersebut, Panusunan mengeluarkan himbauan kepada masyarakat agar tidak satu pihak manapun yang mau membeli perusahaan yang berhubungan dengan perusahaan peninggalan orang tuanya alm. Washington Purba dan alm. Sauria Sitanggang yang dikenal sebagai pendiri RSU Sari Mutiara Medan dan Lubuk Pakam.

“Saya himbau kepada siapapun agar tidak membeli perusahaan atau harta peninggalan orang tua kami, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak karena semuanya sedang dalam proses hukum,” ujarnya.

Tambah Panusunan, juga ada harta bergerak dan tidak bergerak seperti RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam, yang umurnya sudah mencapai 47 tahun. Diharapkan pihak Bank supaya tidak mengadakan transaksi apapun karena semuanya masih dalam proses hukum.

Terpisah, Parlindungan Purba sebagai salah satu namanya yang disebutkan dalam gugatan sang adik saat coba dihubungi lewat telepon tidak menjawab. Sedangkan Tuahman Fr Purban yang ditanyai metro24.co, mengatakan, kalau kasus ini akan dicarikan solusi dan jalan terbaik karena menyangkut masalah keluarga.

“Inikan masalah keluarga bang, dan akan mencari jalan keluar. Dan kasus ini juga sudah diserahkan ke pengacara. Jadi masalah keluarga akan kita mencari solusinya dengan kepala dingin,”katanya.

Selain Parlindungan, ke-6 nama saudaranya yang digugat Panusunan masing-masing, dr. Tuahman Fr. Purba, Drs. Maruli Yosef Purba, Dr.Ivan Elisabeth Purba, Dra. Sondang Lucia Br Purba dan Juni Ety Dame Purba SH (metro24/alex/yan/ded)

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.