Soal terbengkalainya bangunan Pasar Inpres Kotapinang, ini kata Ketua DPRD Labusel

39

Zainul Nst-Labusel| Polemik atas terbengkalainya bangunan Pasar Inpres Kotapinang, yang berada di Jalan Baru Kampung Banjar Kotapinang, membuat kalangan masyarakat bertanya-tanya, hingga membuat tim Metro24.co kembali menelusuri permasalahan tersebut ke Ketua DPRD Labusel.

Ketua DPRD Labusel H. Jabaluddin Dasopang S.Sos ketika ditemui diruangannya setelah usai menghadiri rapat harmonisasi dan eksiminasi dalam membahas hasil keputusan Gubernur Sumut pada P-APBD 2017 menjelaskan, bahwa permasalahan mangkraknya bangunan pasar Inpres tersebut dinilai karena kehabisan anggaran, sehingga belum berkelanjutan.

“Begini, kalau sampai 2 Tahun gak selesai, menurut saya, anggaran sampai di situ, tinggal lanjutannya lagi itu, jadi kalaupun tak diselesaikan orang itu, pasti jadi temuannya itu, sampai saat ini belum jadi temuan, berarti anggarannya sampai di situ, hanya saja belum dimasukkan kelanjutannya,” ucap Jabaluddin, Selasa, (28/11) diruangannya.

Ketika disinggung mengenai lanjutan pembangunan pasar Inpers tersebut, Jabaluuddin menambahkan, bahwa sampai saat ini dirinya belum menerima usulan atas kelanjutan pembangunan tersebut.

“Sampai saat ini teman-teman di sini belum mengusulkan kelanjutannya, mungkin nanti ada jadwalnya, akan dibahas di R-APBD Tahun 2018 setelah eksiminasi dan harmonisasi rapat tertutup ini,” jelas Jabaluddin.

Sementara anggota DPRD Labusel dari fraksi partai Golkar M. Romadon Nasution, ketika diminta waktunya untuk menanggapi hal mangkraknya bangunan pasar Inpres tersebut, belum ada waktu untuk menjelaskan hal tersebut, dikarenakan masih ada rapat yang harus dihadiri.

Sebelumnya telah diberitakan, bahwa 2 tahun telah berlalu, pembangunan pasar Inpres Kotapinang di Jalanbaru Kampung Banjar Kotapinang terbengkalai, serta banyak masyarakat Labusel mempertanyakan dan merasa heran atas mangkraknya pembangunan pasar Inpres Kotapinang tersebut.

Dari pantuan dilapangan tampak jalan menuju ke lokasi tersebut sangat sulit, terlihat pembangunan pasar sepertinya tidak terurus, hanya tiang-tiang rangka besi yang kokoh berdiri.

Menurut keterangan salah satu warga sekitar mengatakan, bahwa pembangunan pasar Inpres tersebut seperti dipaksakan‎.

“Sudah lama tak dikerjakan, dibiarkan aja begitu, bahkan jalan untuk menuju pajaknyapun belum ada, sementara ini melalui perkebunan warga, memang ada jalan yang telah dibeli pemerintah, namun harus melakukan penimbunan, serta membuat tembok penahan agar timbunan tidak longsor,‎ sementara jalan besar yang sudah ada pun pernah ambruk dan longsor,” beber warga tersebut, Senin semalam, (27/11/2017).

Loading...