Wagubsu akui penanganan bencana Erupsi Sinabung terlama

27

KABANJAHE – M24 | Cukup miris memang. Terjadi sejak tahun 2010 lalu, hingga saat ini penanganan bencana erupsi Gunung Sinabung belum bisa dituntaskan.

Pembahasan soal pengunsi dan infrastruktur terus digelar. Kemarin, (23/5/2018), Wagubsu Dr Hj Nurhajizah Marpaung bersama Bupati Karo, Terkelin Brahmana SH serta unsur terkait kembali menggelar rapat di Aula Kantor Bupati Karo.

“Sudah delapan tahun sejak bencana erupsi gunung sinabung pertama kali terjadi tahun 2010. Kalau dipikir-pikir, ini adalah penanganan bencana terlama, bukan hanya di Indonesia tapi mungkin di dunia. Saya akui, kasus Sinabung ini berbeda dengan kasus bencana lain. Merapi misalnya, meletus sekali dan selesai. Sinabung, erupsinya berlanjut terus-menerus,” diakui Wagubsu.

Beliau menekankan kepada seluruh pihak untuk segera menuntaskan penanganan pengungsi korban erupsi Sinabung. Katanya, kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk menghambat penanganan pengungsi. Selama semua pihak terkait, termasuk masyarakat saling bersinergi dan berkomunikasi, masalah pengungsian bisa diatasi secepatnya.

“Saya turut prihatin dan meminta maaf kepada masyarakat atas lambatnya penanganan masalah ini. Tapi di Runggu yang ketiga ini, marilah kita sama-sama menuntaskan apa saja yang selama ini menjadi kendala,” ajaknya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Abetnego Tarigan menyampaikan bahwa Presiden sangat berkomitmen untuk menuntaskan masalah pengungsian Sinabung. “Namun perlu diketahui bahwa tugas pemerintah pusat hanyalah melakukan asistensi dan pemantauan, untuk penanganan langsung adalah pemerintah daerah,” katanya.

Dalam menjalankan asistensi dan pemantauan, Abetnego menilai konsolidasi lintas aktor dalam penanganan pengungsian Sinabung masih sangat kurang.

“Sangat berbeda dengan kasus bencana lain di Aceh, Bali, dan Yogyakarta. Konsolidasi lintas aktor baik pelaku usaha, swasta, LSM, dan lainnya terjadi. Untuk itu sebagai masukan, kami berharap proses kerja pemerintah daerah diperbaiki dan konsolidasi non pemerintah ditingkatkan,” harapnya. (Dedi)

Loading...