Willy SH.MH: Sebaiknya Koperasi Swadharma BNI Siantar Diaudit

776

M24.CO-SIANTARSH

Sekitar 50 lebih nasabah BNI Pematangsiantar mengaku gelisah. Pasalnya, mereka khawatir keamanan dana yang mereka modalkan sebesar kurang lebih Rp10 miliar di Koperasi Swadharma tidak lagi aman, mendapat tanggapan dari kuasa hukum Koerasi itu.

“Dari awal kita sudah pernah melakukan pertemuan di Kantor BNI Siantar. Disitu hadir pihak BNI, pihak Koperasi Swadharma dan para nasabah yang menjadi deposan koperasi. Kita sudah usulkan agar Koperasi Swadharma diaudit oleh Konsultan Publik. Karena hanya ini satu-satunya cara untuk mengetahui keberadaan dana para deposan itu,” ujar Willy Sidauruk SH (foto).

Diakuinya, dia sudah mengetahui ada sekitar 50 lebih deposan Koperasi Swadharma yang mendesak kliennya Agus Surya Darma untuk mengembalikan uang mereka yang ada di koperasi. Hal ini katanya disebabkan adanya keraguan para deposan mengenai keamanan dana yang mereka di koperasi itu. Todal dana itu sebut Willy sekitar Rp10 miliar.

Selaku kuasa hukum dari Agus Surya Darma (Ketua Koperasi Swadharma), Willy Sidauruk mengatakan yakin bahwa kliennya tidak bersalah. Dan dana para deposan itu juga diyakininya masih aman, tapi sekarang masih dalam perputaran.

Karena perjanjiannya juga, deposan itu adalah menanam modal yang mendapatkan imbalan jasa mencapai 1 sampai 2 persen per bulan. Pesen jasa pinajaman itu sebutnya tergantung kesepakatan antara deposan dengan pihak koperasi.

Dia juga mengatakan, bahwa Agus Surya Darma selaku kliennya telah menjelaskan kepadanya, bahwa seluruh deposan itu adalah nasabah BNI Siantar.

“Kasihan saya melihat klien saya, sampai-sampai ada deposan yang menyita rumahnya. Padahal tak ada hubungan rumahnya itu dengan koperasi ini,” ujanya.

Kleinnya itu sekarang jadi serba ketakutan menghadapi para deposan yang terus mendesak pertanggungjawabannya. “Untuk menjernihkan masalah ini, tak ada jalan lain, harus dilakukan audit. Dari hasil audit itulah nanti kita bisa mengetahui ada tidaknya dana para deposan itu,” katanya mengakhiri.

Sementara, pihak BNI belum dapat dikonfirmasi. Rahmat yang disebut-sebut sebagai pejabat BNI, saat dihubungi melalui telepon dan pesan SMS berulangkali tidak juga memberi jawaban.

Menurut Dewi Latuperissa SH selaku kuasa hukum 50 lebih deposan, menyebut bahwa Rahmat diketahuinya dari para deposan, adalah sebagai pendiri koperasi yang diketuai Agus Surya Darma itu.(maris)

 

Loading...