Menjadi SDM Berkualitas Dengan Pribadi Mendidik, Terdidik dan Terdepan

Oleh : Deva Armaya, SPd

deva-armaya

Sumber Daya Manusia (SDM) adalah salah satu faktor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah kehidupan, baik personal maupun dari segi bermasyarakat. Semua hal ini dapat dilihat dari bagaimana ia bersikap, bersosialisasi maupun bertindak.

SDM juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan sebuah daerah, baik dari ruang lingkup yang kecil seperti keluarga maupun ruang lingkup yang besar seperti sekolah, perusahaan dan tempat dimana ia tinggal.

Pada hakikatnya, SDM berupa manusia yang dapat dibentuk sebagai penggerak untuk mencapai tujuan yang berkulitas. Walau menciptakan SDM yang berkualitas tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Namun usaha yang gigih dan kemauan yang kuat, akan dapat menghasilkan suatu tujuan yang diharapkan. Ada tiga poin yang harus diperhatikan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas. Yaitu :

1. Mendidik
Mendidik dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk mengantarkan seseorang ke arah kedewasaan baik secara jasmani maupun rohani. Oleh karena itu “Mendidik” dikatakan sebagai upaya pembinaan pribadi, sikap mental dan akhlak seseorang.

Dewasa ini, perkembangan terbaru memandang SDM adalah dari bagaimana ia dapat mendidik dirinya sendiri. Kalau kita lihat kamus, “pendidikan” diartikan “proses pengubahan sikap atau tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui cara pengajaran dan pelatihan.” Sedangkan “pengajaran” diartikan proses atau cara mengajar.

Adapun “mengajar” berarti “memberi pelajaran” dan “pelajaran” berarti “sesuatu yang dipelajari atau yang diajarkan. Baik dirumah maupun lingkungan tempat tinggal. ” Kata “terpelajar” berarti “ telah mendapatkan pelajaran (di sekolah). Jadi setiap orang mempunyai kualitas untuk menjadi pengajar yang baik guna mendidik dirinya sendiri.

Namun tidak bisa dipungkiri bahwa perubahan sikap dan tata laku seseorang Ini dapat dibagi menjadi beberapa rentang usia. Berdasarkan sifat dan ciri perkembangnya, masa (rentang waktu) remaja ada tiga tahap menurut widyastuti (2009), yaitu

Masa remaja awal (10-12 tahun)
1. Tampak dan memang merasa lebih dekat dengan teman sebaya
2. Tampak dan merasa ingin bebas
3. Tampak dan memang lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya dan mulai berpikir dan khayal (abstrak)

Masa remaja tengah (13-15 tahun)
Tampak dan merasa ingin mencari identitas diri
Adanya keinginan untuk berkencan atau tertarik pada lawan jenis
Timbul perasaan cinta yang mendalam
Mampu berfikir abstrak (berkhayal) makin berkembang Berkhayal mengenai hal-hal yang berkaitan dengan seksual

Masa remaja akhir (16-19 tahun)
Manampakkan pengungkapan kebebasan diri
Dalam mencari teman sebaya lebih selektif
Memiliki citra (gambaran, keadaan, peranan) terhadap dirinya
Dapat mewujudkan persaan cinta
Memiliki kemampuan berfikir khayal atau abstrak

Dari jenis usia tersebut kita dapat melihat bahwa cara terbaik yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan memperoleh SDM yang berkualitas adalah Mendidik, yaitu selalu mengarahkan seseorang untuk berbuat hal – hal yang positif, membatasi anak menggunakan gadget atau mendampingi tingkah laku anak secara berkesinambungan.

Dari segi inilah, kita juga bisa mengarahkan agar anak mampu mendidik dirinya sendiri ke arah yang lebih baik. Jika disekolah Guru mempunyai peranan penting, maka setelah kembali ke rumah, orang tua lah yang mempunyai andil lebih besar untuk menentukan sikap, sifat dan kualitasnya dalam bertindak dan bersosialisasi.

2. Terdidik
Seringkali saya mendengar, melihat atau membaca bahwa banyak sekali orang-orang pintar di negeri ini, tapi masih saja kondisi daerahnya yang terpuruk belum juga usai. Bukannya karena mereka tidak ahli menyelesaikan masalah atau kurang pengetahuan untuk memperbaiki daerah, tapi mengapa tak ada perubahan yang bermakna buat anak bangsa yang masih di tepi jalan kesejahteraan. Jadi sebetulnya berbeda antara “terpelajar” dengan “terdidik,” jika yang pertama adalah orang yang berpengetahuan, dan yang kedua adalah orang yang terarah. Arti terdidik ini didasarkan pada arti “didik” yang artinya mengarahkan.

“Mengarahkan” ini penting dalam rangka mengubah sikap seseorang, dari yang tidak bermoral menjadi bermoral, dari yang tidak memiliki keberpihakan menjadi orang yang memiliki keberpihakan, dari orang yang tidak memiliki integritas menjadi orang yang memiliki integritas. Itulah orang atau manusia yang terdidik.

Ada banyak orang terpelajar tapi ia tidak terdidik. Ia bisa dengan mudah melalaikan keterpelajarannya hanya untuk kepentingan-kepentingan sesaat dan individu. Inilah yang kemudian disebut dengan “bunuh diri intelektual”.

Manusia terdidik adalah manusia yang mempunyai kepekaan sosio-transendental. Manusia terdidik tidak merasa nyaman hanya duduk bertengger di menara gading ilmunya. Manusia terdidik selalu berbicara kebenaran atas nama kebenaran, bukan atas nama kekuasaan.

Lalu apa pentingnya mejadi orang teridik ? Orang terdidik adalah orang yang berpendidikan tidak hanya pendidikan formal saja tetapi juga pendidikan nonformal. Biasanya orang terdidik itu selalu di hubungkan dengan gelar yang di peroleh melalui jenjang pendidikan. Tapi sebetulnya apakah hanya itu saja yang diperlukan supaya seseorang dikatakan terdidik? Tergantung dari kita yang menyikapinya.

Sebetulnya Orang dikatakan terdidik itu jika dia bisa menempatkan diri dengan baik. Contohnya didalam bermasyarakat orang terdidik pasti memiliki tempat atau posisi yang lebih tinggi dan lebih dihormati. Berbeda dengan jika kita bersikap kurang baik di dalam masyarakat, tentunya kita akan mendapatkan cap sebagai orang yang tak berpendidikan walaupun mungkin kita pernah ” megecap bangku sekolah” juga.

Orang berpendidikan juga pasti memiliki sopan santun yang baik, bisa bertutur kata dengan baik, dan juga bisa membawa diri. Mengapa bisa demikian, karena pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan saja tetapi juga membentuk kepribadian seseorang.

Apakah penting orang berpendidikan di jaman sekarang ? jawabannya adalah bahwa orang terdidik juga memiliki manfaat yang menguntungkan. Apalagi di jaman sekarang ini dimana teknologi semakin maju. Sudah tidak mengherankan lagi jika kita harus memiliki kompetensi dalam mencari kerja. Sebagian besar atau bahkan seluruh industri memerlukan tenaga yang terdidik. Jika kita melamar kerja katakanlah di sebuah perusahaan, syarat pertama yang harus kita penuhi adalah tingkat pendidikan kita.

Lulusan SMA saja sudah tidak di butuhkan lagi disuatu perusahaan minimal perusahaan menuntut karyawannya telah menempuh D3. Sekalipun kita sudah memenuhi persyaratan kita masih harus mengikuti seleksi. Kita masih harus bersaing dengan orang banyak yang mungkin akan jauh lebih tinggi di atas kita. Memang di jaman sekarang susah sekali mendapat kerja. Kalau kita tidak benar-benar berkompeten, kemungkinan besar tidak ada perusahaan manapun yang menerima kita.

Dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa menjadi orang terdidik sangatlah diperlukan. Apalagi dijaman sekarang ini.Jika kita tidak siap tersisih maka jangan menyerah untuk berusaha mencapai mimpi kita. Tentunya dengan memperoleh pendidikan dan pengalaman sebanyak-banyaknya setidaknya kita telah membuat hidup kita lebih bermakna.

Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang jika Dia tidak mau berusaha mengubah nasibnya sendiri. Dan tidaklah heran jika kita sudah mampu memahami makna dan mampu menjadi orang yang terdidik kualitas SDM juga akan meningkat, dan daerah yang memiliki SDM yang mampu mendidik dan terdidik akan menjadi sebuah daerah yang besar.

3. Terdepan

Definisi dari Terdepan – Definisi menurut kamus ekabahasa resmi Bahasa Indonesia definisi dari Terdepan adalah sebagai berikut. Definisi Kata Terdepan ter.de.pan Adjektiva (kata sifat) paling muka; paling depan Itulah definisi dari Terdepan. Dalam kaitan dengan menjadi terdepan, maka tidak pandang bulu siapa saja “ dari anak – anak hingga orang dewasa” hendaknya memiliki semangat hidup atau motivasi atau etos “ menjadi yang terdepan”. Menjadi yang terdepan bukan saja bakat asal bagi manusia, namun semua orang bisa belajar untuk menjadi yang terdepan.

Semua orang memiliki kesempatan untuk maju dan sukses apabila manusia itu mau untuk berusaha. Seorang yang dalam dirinya dibatasi dengan ketidaksanggupan, mereka lebih cenderung tidak berkembang ketimbang seseorang yang selalu memiliki semangat kedepan. Seorang yang sukses adalah memiliki semangat dimana hidup ini harus lebih maju dari orang lain, harus menjadi yang terdepan, asalkan besungguh sungguh.

Seperti anjuran agama Khonghucu pentingnya sikap bersunguh-sungguh itu . Sifat sungguh-sungguh merupakan salah satu modal dasar untuk sukses tidaknya seseorang meskipun masih banyak sifat lainnya yang harus dimiliki. Maka jelas seorang yang tampil kedepan dan mau memberikan lebih kepada siapapun , mereka akan mendapatkan nilai plus yang berguna bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Inilah tiga poin yang harus dipelajari oleh setiap orang untuk menjadikan dirinya sebagai manusia yang berkualitas. Yaitu setiap orang harus mampu mendidik dirinya sendiri yang akan membawanya menjadi orang yang terididik dan akhirnya menciptakan kualitas sumber daya manusia yang terdepan, baik untuk dirinya sendiri, keluarga, lingkungan dan kota tempat ia tinggal. (***)

Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.