Sukaramai, Makin Ramai Preman Tukang Palak

350

M24.Co-Medan

pedanag pajak suyaramai
pedanag pajak sukaramai

Pajak Sukaramai memang ramai. Namun di balik transaksi jual beli dilakukan pedagang dan pembeli ada sebuah cerita miris. Dialami para pedagang di emper emper toko dan jalan alias kaki lima.

Seperti apa cerita dibalik sekelumit penyumbang anggaran terbesar untuk APBD Kota Medan itu. Ini dialami oleh seorang pedagang kepiting. Sebut saja namanya Sukro, warga Jalan Perjuangan Medan.

Sejak pukul 05.00 WIB, Senin (15/08/2016), pria lajang berkaca mata ini sudah nongkrong di depan Komplek Asia Mega Mas. Lokasi ini sempat bermasalah karena dipagar.

“Sudah buka dasar,”tanya M24.Co, saat menyambangi pria ini. “Belum bang,”ujarnya sambil memasang 2 buah payung menutup panas matahari pagi yang sudah muncul menyengat kulit.

Sembari bercucur keringat, M24.co, kembali menanyakan harga kepiting yang dijual. Per kg-nya berkisar Rp40 sampai RP85 ribu.

“Kalau yang besar ini bang, 85 ribu dan yang kecil 40 ribu, tapi yang tidak bertelur bang,”jawabnya sembari sesekali tangannya sibuk mengikat cepit kepiting yang lepas ditalinya.

Loading...