Apa Kabar Pasar Induk Medan?

15

MEDAN|Pasar Induk. Mungkin sebahagian besar warga Kota Medan tidak asing dengan nama ini. Ya, Pasar Induk yang terletak di Kelurahan Laucih, Kecamatan Medan Tuntutungan pasca di resmikan sempat menimbulkan gelombang unjuk rasa dari massa pendukung dan yang menolaknya.

Kini, Pasar Induk seperti kehilangan tujuan. Pemko Medan selaku pemerintah daerah yang bertanggung jawab dalam hal penyediaan lokasi hingga pengawasan seolah kehilangan fokus untuk mewujudkan impian sebagai salah satu pasar tradisional terbesar di Indonesia.

Hal ini pun di akui Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Medan, Ilhamsyah SH. Menurutnya, jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, Pasar Induk Kota Medan terancam tutup. “Saya hampir setiap hari ke Pasar Induk. Kondisinya sekarang banyak pedagang tak laku dagangannya,” ucapnya lirih, Minggu (24/9).

Dikatakan, Pasar Induk saat butuh perhatian ‘tuannya’. Infrastruktur pendukung pasar tersebut masih belum terakomodir. Contoh nyatanya yakni, akses ke lokasi pasar masih jauh. Jalan penghubung yang diwacanakan belum jadi.

“Dan parahnya lagi, angkutan kota menuju Pasar Induk belum masuk. Kondisi inilah yang sangat mempengaruhi tidak lakunya barang dagangan para pedagang. Bayangkan saja, lahan parkir pun kini sudah dijadikan kios,” bebernya.

Lebih lanjut Ilhamsyah menjelaskan, kemungkinan tutupnya Pasar Induk Kota Medan bisa lebih cepat dari perkiraan. Lantaran, kebijakan arus barang yang seharusnya masuk ke Pasar Induk terlebih dahulu tidak lagi dilakukan.

“Banyak barang seperti sayuran yang seharusnya masuk ke Pasar Induk kini tidak lagi dilakukan, sehingga banyak barang leluasa masuk ke pusat kota sehingga berpengaruh besar terhadap kondisi Pasar Induk. Jika tidak memiliki program stategis, pedagang Pasar Induk bisa pindah ke Jalan Sutomo,” pungkasnya.

Sementara itu seorang pedagang sayur mayur di Pasar Induk Laucih, Tarigan, mengaku sudah banyak pedagang yang menutup lapaknya di Pasar Induk dan memilih pindah ke komplek MMTC. Meskipun masuk dalam administrasi Kabupaten Deli Serdang, namun tidak jauh dari Kota Medan.

“Pasar Induk selaku tempat pendistribusian barang, belum berjalan sebagaimana mestinya. Kita lihat lah berapa banyak yang datang kemari untuk belanja? Sarana pendukungnya saja kurang,” sindirnya.

Loading...