Insentif Dihapus, Pengawas Ngadu ke DPRD Medan

MEDAN|Puluhan pengawas sekolah mengklaim dari perwakilan 205 pengawas sekolah se kota Medan delegasi ke kantor DPRD Medan terkait penghapusan insentif pengawas, Senin (18/9). Delegasi mereka diterima Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung, didampingi Wakil Ketua DPRD Medan, Iswanda Ramli, anggota dewan Wong Cun Sen dan Robby Barus.

Saat pertemuan, Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung, mengatakan aspirasi pengawas akan dikomunikasikan ke Wali Kota Medan melalui Dinas Pendidikan. “Kasih kami waktu, aspirasi ini kami bicarakan dulu sama Wali Kota Medan bagaimana duduk persoalannya. Kita berharap tunjangan yang diterima berdasarkan kinerja. Pasti akan kita tindaklanjuti,” ujarnya.

Sebelumnya, Koordinator Pengawas Sekolah, Syafaruddin, saat pertemuan menyampaikan terkait terbitnya Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan No 44/2017 yang isinya menghapuskan insentif guru pengawas.

Loading...

Di mana sebelumnya Perwal Medan No 6/2015 telah mengatur tunjangan kepada guru pengawas sebesar Rp.1.250.000 setiap bulannya. Namun setelah terbitnya Perwal No 44/2017, tunjangan dimaksud jadi hilang. “Sejak Juli 2017 tunjangan itu hilang dan hanya uang makan yakni Rp179 ribu per bulan,” paparnya.

Padahal kata Syafaruddin, tenaga pengawas sekolah adalah selaku ujung tombak dalam peningkatan mutu pendidikan. “Selaku petugas mengawasi proses belajar dan meningkatkan disiplin kerja di Kota Medan, sepatutnya mendapat tunjangan yang layak,” aku Syafaruddin seraya menyebut terbitnya Perwal telah menimbulkan kesenjangan.

Sementara itu mewakili Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) berharap agar DPRD Medan dapat membela keluhan para pengawas sekolah.

 

Loading...