1 cewek & 3 cowok diamankan ngamar di kosan

31

SIANTAR-M24 |Dari razia penyakit masyarakat (Pekat) yang dilaksanakan tim gabungan berhasil mengamankan beberapa pasangan yang bukan suami istri dari dalam kamar kos, Senin (28/5/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.

Razia yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemko) Siantar melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Denpom I/1 Pematangsiantar dan Polres Siantar sebagai bentuk penegakan Perda dan menjaga kondusifitas bulan Ramadhan.

Dari Family Kos di Jln Handayani, Kec Siantar Sitalasari, petugas menemukan 3 pria dan 1 wanita berada di dalam satu kamar. Ketiga pria, Michael, Rafael Nainggolan dan Daniel Butar Butar sedangkan wanita bernama Kurniwaty Ningsih.

Selanjutnya petugas bergerak ke Dede Kos di Jln Dahlia, Kec Siantar Barat. Dari rumah kos tersebut dijaring 2 wanita yakni Desi dan Junita Simangunsong. Dari Bancin Kos di Jln Danau Maninjau, Kel Siopat Suhu, Kec Siantar Sitalasari dijaring satu pasang yang bukan suami istri, Miduk Br Rajagukguk dan Dedi Sinaga.

Sementara itu, dari tiga kos lainnya yakni Kos Tampubolon di Jln Rimba Raya, Kec Siantar Timur, Asteridin Kos di Jln Danau Ranau, Kec Siantar Timur dan Kos Andalas di Jln Maluku, Kec Siantar Barat petugas sama sekali tidak mendapati penghuni kos yang melanggar Perda.

Selanjutnya, para penghuni kos yang terjaring diamankan ke Kantor Satpol PP di Jln Adam Malik, Kec Siantar Barat.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP, Abidin Damanik mengatakan razia sendiri dilakukan dalam rangka cipta kondisi pelaksanaan puasa sekaligus penegakkan UU dan Perda.

Dijelaskannya, dari hasil razia tersebut terjaring 8 orang, yakni 4 pria dan 4 perempuan. Mereka diamankan karena tidak bisa menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan bukan pasangan suami isteri.

“Ada delapan penghuni kos yang terjaring dari tiga kos dalam razia pekat tadi karena tidak bisa menunjukkan KTP dan bukan pasangan suami isteri. Kedelapan penghuni kos itu didata kemudian diberikan arahan dan bimbingan sekaligus membuat surat pernyataan tidak melakukan perbuatan itu lagi serta memanggil keluarga masing masing,” katanya. (adi)

Loading...