12 kali nyuri kreta, pelajar ditangkap pas lagi makan di Mall RCW

HELVETIA-M24 | Umurnya masih 17 tahun. Namun, jangan tanya soal sepak terjangnya di dunia kejahatan. Pelajar ini terhitung sudah 12 kali beraksi mencuri kendaraan bermotor (Curanmor).

Anak baru gede (ABG) berinisial HPP itu kemudian ditangkap Tim Pegasus Polsek Helvetia, Kamis (12/7). Penangkapan dilakukan saat dia makan di mall Ringroad City Walk (RCW).

Pelaku yang tinggal di Jln Karya 7, Kec Sunggal, ditangkap atas laporan Fadli Pratama (28) warga Jln Matahari IV. Fadli mengaku kehilangan 1 kreta Honda Karisma di Jln Dahlia Raya.
“Ada informasi kalau pelaku berada di mall RCW. Dari laporan itu, saya perintahkan Kanit Reskrim Iptu Ryan Permana beserta tim Pegasus mengecek kebenaran informasi tersebut,” terang Kapolsek Helvetia, Kompol Hj Trila Murni, Jumat (13/7).

Loading...

Saat berada di lokasi, petugas mendapati HPP sedang menikmati makanan di salah satu restauran di mall yang terletak di Jln Ringroad, Sunggal, tersebut.
“Kita mengamankannya saat makan di Counter, Ringroad City Walk. Saat itu pelaku sedang bersama teman-temannya,” lanjut mantan Wakapolsek Sunggal itu.
Berhasil mengamankan HPP, petugas melakukan pengembangan. Petugas mendapat informasi kalau HPP beraksi bersama 4 orang rekannya yang lain masing-masing berinisial AN, AG, AF dan F.

Tak membuang waktu, petugas mendatangi kediaman AG di Jln Karya V Ujung. Namun, AG berhasil kabur.
“Namun kita melihat seorang laki-laki, Riko sedang mengendarai sepeda motor Satria FU milik AG. Riko beserta kreta milik AG kita boyong untuk kita periksa,” tuturnya.
Sambungnya, HPP mengaku telah 12 kali mencuri berbagai jenis kendaraan bermotor di wilayah hukum Polsek Helvetia dan Labuhan. “Ada 9 LP yang tercatat di wilayah hukum kita. Sementara di wilayah Labuhan ada 1 dan 2 lagi tidak membuat laporan,” tegas Trila.

Masih kata mantan Wakasat Lantas Polrestabes Medan itu, pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk memburu 4 rekan HPP.
“Kasusnya masih kita kembangkan. Kita masih memburu AN, AS, AG dan F. Sementara Riko tidak terlibat, tetapi hingga saat ini masih kita periksa,” jelasnya.
Disinggung terkait tempat penjualan hasil curian para pelaku, Trila belum bisa membeberkan. Pasalnya, pihaknya masih memburu AG yang merupakan penjual hasil curian para pelaku. (tiopan)

Loading...