18 Kali Beraksi, 4 Pembobol ATM Diciduk

Batangkuis-M24 | Personel Polsek Batangkuis berhasil mengamankan empat terduga pelaku pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di sejumlah kabupaten/kota se Sumatera Utara.

Mereka adalah M Syafii Matondang (33), warga Jln Baru Gg Seram, Kec Medan Tembung, Ahmad Faisal Nasution alias Icang (40), warga Jln Perjuangan, Desa Sei Rotan, Kec Percut Sei Tuan, Juniardi (38), warga Jln M Saman, Bandar Khalipah, Kec Percut Sei Tuan dan Ahmad Sofian Matondang (39), warga Jln Letda Sujono Gg Seram, Medan.

Dalam paparannya, Selasa (17/7), Kapolsek Batangkuis, AKP Bulat Panjaitan didampingi Kanit Reskrim, Ipda Randi Anugrah SIK menjelaskan, penangkapan para pelaku berdasarkan laporan polisi atas nama Dwita Sri Lestari dengan nomor: LP/60/VII/2018/SU/Res DS pada tanggal 27 Juni 2018.

Loading...

Berdasarkan penyelidikan, petugas berhasil menangkap M Syafi Matondang, Minggu (15/7) sekitar pukul 12:30 WIB di depan mesin ATM Bank Mandiri KCP Batangkuis. Turut diamankan dua unit kreta; Honda Beat warna hitam BK 5981 AIC dan Honda Beat Street warna hitam tanpa nomor polisi, dompet berisi empat kartu ATM masing-masing; 1 Bank Mandiri dan 3 ATM BRI, dua tusuk gigi, dua unit HP Nokia dan Oppo.

Kepada petugas, M Syafi Matondang menyebut jika pelaku Ahmad Faisal Nasution bersembunyi di salah satu hotel di Jln Jamin Ginting, Medan. Ahmad Faisal Nasution pun ditangkap, Senin (16/7) sekitar pukul 02:30 WIB bersama dua pelaku lainnya, Juniardi dan Ahmad Sofian Matondang.

Keempat terduga pelaku serta barang bukti kemudian diamankan ke Mapolsek Batang Kuis. ”Para pelaku sudah melakukan aksi kejahatannya sebanyak 18 kali di tiga kabupaten/kota di Sumatera Utara yaitu Tebingtinggi, Deliserdang, Medan sejak tahun 2107 lalu dan berhasil mencuri uang milik para korban (nasabah) sebesar Rp81.500.000,” kata Bulat Panjaitan.

Modus para pelaku, lanjut Bulat Panjaitan, memasang tusuk gigi di tempat keluar masuk kartu ATM lalu menunggu di luar sambil mengamati siapa yang akan dijadikan korban. Saat korban kebingungan karena kartu ATM tersangkut di dalam mesin, pelaku mendatangi korban berpura-pura membantu dengan menanyakan PIN kartu ATMnya. Kemudian korban disuruh mencari petugas Bank. Saat korban keluar, pelaku langsung mengambil kartu ATM yang tersangkut dan pergi dan mencari mesin ATM lain. Di situ pelaku menguras seluruh uang korban di dalam rekening.

“Para pelaku akan dijerat Pasal 362 KUHPidana tentang pencurian diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun penjara,” tegas Bulat Panjaitan. (yanfebri)

Loading...