3 Maling Gasak 12 Tin Rokok Sampoerna

MEDAN-M24 | Tiga pemuda memang terbilang kompak. Tak cuma saat beraksi mencuri di sebuah warung klontong, ketiganya juga kompak saat masuk sel tahanan.
Ketiga maling adalah Panca Daniel Sianturi (23), Gomgom Munthe (21) dan Charlie Sianturi (19). Kini mereka pun sama-sama tidur di balik jeruji besi Polsekta Medan Sunggal.

Pance, Gomgom dan Charlie diringkus lantaran terlibat melakukan pencurian di sebuah rumah toko (ruko) yang menjual keperluan sehari-hari. Toko kelontong tersebut milik Ranap Oposunggu (50), warga Jln Sei Mencirim, Sunggal.

Menurut Ranap, ia curiga lantaran usahanya terus mengeluarkan uang untuk belanja, namun barang tidak bertambah. Bersama istri, Ranap pun mengecek stok barang tokonya pada Rabu (11/7) sekitar pukul 13:00 WIB.
“Pas kami cek barang, ada sekitar 12 tin rokok Sampoerna hilang. Harga satu tin rokok Sampoerna itu Rp2,1 juta,” sebut Ranap dalam laporan pengaduannya pada polisi.
Korban lalu memeriksa seluruh bangunan ruko. “Waktu saya periksa, ternyata jerjak jendela belakang telah terbongkar, dan kaca nako toko banyak yang sudah longgar,” beber Ranap.

Loading...

Curiga tokonya dibobol maling, korban pun mencari informasi kepada tetangga. Namun tak satupun yang mengetahui atau melihat ada maling yang membobol ruko korban. “Ya udah, saya putuskan saja untuk buat laporan ke Polsek Sunggal,” imbuh Ranap.
Berbekal laporan korban, unit Reskrim Polsek Sunggal lalu cek TKP sekaligus melakukan penyelidikan. “Begitu kami menerima laporan korban, tim Pegasus dikerahkan untuk cek TKP dan memburu pelaku. Tim akhirnya berhasil mengendus para pelaku. Ketiga pelaku berhasil kita ringkus berikut barang bukti,” papar Kapolsekta Medan Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi, Jumat (20/7) siang.

Menurut Yasir, dari tangan ketiga pelaku, pihaknya menyita kaos warna putih bertuliskan ‘Aloha’, 2 pasang sandal merk Eiger dan Diesel, serta obeng dan tang yang diduga digunakan sebagai alat beraksi.
“Ketiga tersangka dijerat Pasal 363 ayat (2) jo Pasal 55, 56 subs Pasal 362 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tandas Yasir. (ali)

Loading...