4 Tukang Copet dalam Bus Diringkus, 1 Nyengir Dipelor

17

DOLOK PANRIBUAN-M24 | Petugas unit Jatanras Satreskrim Polres Simalungun meringkus 4 tukang (spesialis) copet dalam bus Lintas Siantar-Parapat, Kab Simalungun. Seorang di antaranya terpaksa dihadiahi timah panas karena mencoba kabur dan melawan saat dilakukan pengembangan.

Keempat tersangka diringkus Rabu (5/9). Mereka adalah Lambok Sianturi alias Kresek (45) warga Jln Rindung Kel Tanjung Pinggir, Kec Siantar Martoba, Denny Lubis (35) warga Jln Kornel Simanjuntak Kel Tong Marimbun, Kec Siantar Marihat, James Tambunan (35) warga Jln Parapat Km 4,5 Kel Simarimbun, Kec Siantar Marihat dan Ronny Sihombing (45) warga Jln Rikardo Siahaan Kel Aek Nauli, Kec Siantar Selatan.

“Para pelaku ini beraksi di dalam bus umum CV Tao Toba Indah BK 1019 UA yang disopiri Ranto Simamora dari Lubukpakam tujuan Dolok Sanggul. Salah satu korbannya atas nama Siti Nurbaya (58) PNS warga Dusun Sait Nihuta, Nagori Lumban Purba , Kec Dolok sanggul, Kab Humbahas,” papar Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Poltak YP Simbolon melalui Kanit Jatanras Iptu Hengky Siahaan, Kamis (6/9).

Dijelaskan, penangkapan keempat tersangka sesuai laporan No:LP/23/IX/2018/SU/SIMAL/DOPAN, 1 September 2018 dan No:LP/22/VIII/SU/SIMAL/DOPAN Tanggal 23 Agustus 2018..
Sebagai penuturan korban Siti Nurbaya, pada Rabu (22/8) sekitar pukul 20:30 WIB, ia bersama dua temannya menumpang bus CV Tao Toba Indah dari Lubukpakam menuju Dolok Sanggul. Siti duduk di posisi belakang sopir. Saat di perjalanan tepatnya di Jalan Lintas Siantar-Parapat KM 28, Nagori Pondok Buluh dan jam menunjukkan pukul 23.30, bus berhenti karena distop 2 penumpang pria. Salah seorang lalu duduk di samping korban, padahal saat itu bangku di barisan korban sudah penuh penumpang. Sedangkan seorang lagi justru meletakkan tasnya di pangkuan korban.

Merasa tak nyaman dengan ulah kedua penumpang tadi, korban menegur dengan bahasa batak. “Marhua do hamu dison, sedangkan dison pe nunga soppit tu balakkang ma hamu, di belakang adong do na kosong (artinya; Ngapain kamu disini padahal disini pun sudah sempit ke belakanglah kamu, di belakang adanya yang kosong).

Ucapan korban malah tak digubris kedua pria. Tak lama kedua pria tadi turun dan bus berjalan kembali. “Pas di halte Tao Toba Indah di Parapat, dompetku sudah hilang. Di dompet itu ada kalung emas seberat 38 gram, anting-anting berlian dan uang Rp3 juta. Totalnya sekitar Rp30 juta-an lah,” imbuh Siti.

Sementara menurut keterangan Iptu Hengky Siahaan, selama melakukan lidik, petugas akhirnya mengantongi identitas salah seorang pelaku yakni Lambok Sianturi alias Kresek. Pria ini ditangkap di Tebingtinggi. Saat diinterogasi, tersangka mengakui perbuatannya. “Tersangka mengaku sudah dua kali beraksi di jalur lintas Dolok Panribuan bersama tiga rekannya.

Dari situ, petugas pun memburu ketiga tersangka lain dan berhasil diamankan dari tiga lokasi berbeda di Kota Pematangsiantar. Polisi turut menyita barang bukti berupa HP merk Samsung Galaxy G5 dan perhiasan berlian.
“Nah saat dilakukan pengembangan untuk pencarian barang bukti lain, tersangka Lambok mencoba melarikan diri sehingga petugas mengambil tindakan tegas, berupa tembakan terukur di kaki kiri. Sebelumnya anggota sudah melakukan tembakan peringatan sebanyak dua kali tapi tak diindahkan tersangka,” terang Hengky sembari menambahkan Lambok kemudian dibawa ke RSUD Dr Djasamen Saragih untuk perawatan medis sebelum diboyong ke Mako Sat Reskrim Polres Simalungun. (adi)

Loading...