5 kali beraksi, jambret mati nabrak pagar

42

SUNGGAL-M24 | Di tengah upaya pelarian selepas menggasak tas seorang wanita, kreta yang dinaiki dua penjambret menabrak pagar. Satu di antaranya tewas di tempat dalam kondisi kepala pecah.

Siang bolong sekira pukul 15.00 WIB, Jumat (29/6), dua jambret beroperasi di Jln Sei Musi, Kl Babura, Kec Medan Sunggal. Keduanya belakangan diketahui bernama Abdul (25), warga Jln Setia Luhur, Medan Helvetia dan Rizki (25), warga Jln Gatot Subroto, Gg Banteng, Medan Helvetia.

Abdul tewas dalam kondisi kepala pecah, seusai manjalankan aksi kriminalnya terhadap Saripah (38), warga Jln Sunggal, Medan Sunggal. Sedangkan Rizki kini mendekam di sel Polsek Sunggal.

Informasi di lokasi kejadian, Saripah dibonceng tetangganya, Dani (35), mengendarai kreta Honda Beat BK 2399 AHG. Mereka datang dari arah Sunggal menuju Pajak Pringgan, Medan.

Saat melintas, korban berpapasan dengan para pelaku yang datang dari arah berlawanan. Abdul yang menjadi joki langsung ambil kesempatan memepet sepeda motor korban. Dan, dalam tempo singkat, sebagai ‘juru petik’ Rizki langsung menarik tas korban.

Tak terima tasnya dibawa kabur, korban berteriak jambret. Warga sekitar mendengar teriakan tersebut dan berusaha menghadang laju kreta pelaku.

Karena merasa terkepung, kedua pelaku mencoba tancap gas untuk melarikan diri. Namun, aksi pelaku justru membawa bencana. Abdul tak mampu mengendalikan laju kretanya dan menabrak tiang warung penjual lontong. Lepas itu, kretanya yang kian meluncur tak terkendali menghantam tiang pagar Pesantren Darul Mursyid. Seketika itu juga Abdul tewas. Kepala pecah, bahu patah!

“Mereka menjambret tas ibu itu, diteriaki jambret. Karena sudah terkepung, pelaku mencoba tancap gas. Rupanya nabrak tiang pagar itu,” ucap Zuri, Kepala Lingkungan 10 Kel Babura, Medan Sunggal.

Dijelaskannya, warga belum sempat menghakimi kedua pelaku. “Ngak ada dimassa. Cuma dikepung mau mengamankan. Pelaku mau melarikan diri, tapi nabrak pagar itu dan tewas seketika. Sementara pelaku yang satu lagi diamankan warga karena tetap mau melarikan diri,” jelas Zuri.

Sementara itu, Saripah mengaku ingin belanja payet (bahan jahitan) di Pajak Pringgan. “Tas saya langsung ditarik, padahal isinya pun gak ada. Kami langsung teriak jambret, terus mereka mau melarikan diri nabrak tiang itu,” sebut Saripah yang tampak trauma.

Terpisah, Rizki saat diintrogasi mengaku baru pertama kali beraksi sebagai ‘juru petik’. “Baru kali ini saya menjambret. Dia joki aku yang metik tas itu. Kreta itu kreta dia,” ucap Rizki saat diamankan petugas.

Korban jambret terlihat shock usai kejadian penjambretan dialaminya mengakibatkan pelakunya tewas ditempat setelah nabrak pagar dan satunya diamankan polisi (M24-Tiopan)

Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu Budiman Simanjuntak saat dikonfirmasi menyebut pelaku yang tewas sudah dibawa ke RS Bhayangkara Medan. Sementara seorang pelaku sudah diamankan dan masih dalam pemeriksaan.

Sudah 5 Kali Aksi Jambret

KAWASAN Jln Sei Musi, Kel Babura, Medan Sunggal selama ini memang rawan penjambretan. “Memang di sini sering jambret,” ucap Zuri, warga sekitar, tak lama setelah peristiwa penjambretan yang dialami Saripah, warga Jln Sunggal, Medan Sunggal.

Keterangan itu dibenarkan pula oleh warga lainnya. Mereka menganggap kerawanan itu terjadi lantaran jalan tersebut situasinya selalu sepi.

“Di sini memang jalannya sepi, tapi jalan lintas kecil. Sepi karena rumah mewah semua, jadi warganya sepi. Bulan-bulan terakhir ini sudah lebih 5 kali kejadian,” ucap salah satu warga yang tinggal di Pesantren Darul Mursyid. (tiopan)

Loading...