Ada 7 Tersangka Dalam Kasus Korupsi Perpustakaan Daerah

195

RIVAN-MEDAN | Dalam kasus dugaan korupsi di Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Provinsi Sumatera Utara (BPAD Provsu) bersumber dari APBD Sumut Tahun Anggaran (TA) 2014. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) telah menetapkan tujuh tersangka,

Namun ketika dikonfirmasi, Kejati Sumut masih belum membeberkan secara rinci identitas ke 7 tersangka itu.

“‎Iya sudah (penetapan 7 tersangka), tapi belum bisa kita sampaikan untuk mempermudah proses hukum dan proses penyidik yang tengah dilakukan oleh penyidik Pidsus Kejati Sumut,” ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, Jum’at (21/4/2017).

Meski terus disinggung nama identitas para tersangka. Mantan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Binjai itu, kembali menutup rapat-rapat nama para tersangka tersebut.”Belum bisa diliput atau diekspos di Medan. Takut tersangkanya nanti lari,” jelasnya.

Sumanggar mengatakan pihak Pidsus Kejati Sumut melakukan penetapan tersangka ini, setelah dilakukan ekspos internal dihadapan pimpinan di Kejati Sumut. Dengan ini, 7 orang tersebut, yang sangat bertanggungjawab dalam kasus korupsi ini.“Kita penetapan tersangka, tapi belum ada dilakukan pemeriksaan,” tandasnya.

Sedangkan, perkiraan sementara kerugian negara dalam kasus ini, mencapai Rp 800 juta. Namun, belum ada penghitungan kerugian negara resmi dari akuntan publik yang digunakan penyidik Pidsus Kejati Sumut.

Untuk diketahui, dugaan korupsi di BPAD Provsu tersebut yakni pengembangan perpustakaan SD/MI di Sumut sebesar Rp3.596.250. 000 APBD SU TA 2014, pengembangan perpustakaan pondok pesantren di Sumut Rp 614.375.000 APBD SU TA 2014, serta dugaan korupsi pengadaan buku keliling kabupaten/kota di Sumut sebesar Rp816.000.000 APBD SU TA 2014 sebanyak 16.000 eksemplar.

Dugaan korupsi tersebut dimulai dari pengembangan perpustakaan SLTP di Sumut sebesar Rp3.701.250.000 APBD SU TA 2014, lalu dengan dugaan korupsi lainnya dalam pengadaan bantuan buku perpustakaan rumah ibadah sebesar Rp3. 701.250.000 APBD SU TA 2014.

Loading...