Alasan pelaku bunuh waria ; Janji dijadikan gigolo dengan imbalan 10 juta

MEDAN-M24 | Berkat rekaman CCTV di Hotel 61, Jln Iskandar Muda, Medan, pelaku yang menghabisi nyawa Budianto alias Ardila Putri (31) diringkus. Tim penanganan gangguan khusus (Pegasus) Polrestabes Medan dan Polsek Medan Baru, terpaksa melepaskan tembakan ke kaki pelaku karena berupaya lari saat akan ditangkap.

Tersangka berinisial DES (21) diringkus di kawasan Jln Karya, Kec Medan Barat, Minggu (8/7) dinihari. Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto MSi melalui Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira menjelaskan, penangkapan tersangka berdasarkan hasil analisa CCTV di hotel tersebut. Dari rekaman CCTV diketahui bahwa tersangka menggunakan kreta Honda Scoopy warna abu-abu, menggunakan sepatu warna hitam putih dan memakai jaket warna biru tua.

Setelah mengetahui ciri-ciri pelaku, lanjutnya, polisi kemudian melakukan penyidikan dan pengejaran. Tepat di depan minimarket, Tim Pegasus melihat seorang pria sesuai ciri-ciri tersangka sedang berdiri.

Loading...

“Tim Pegasus langsung menangkap tersangka yang berada di depan mini market bersama dengan kretanya,” terangnya.

Tersangka kemudian dibawa untuk melakukan pengembangan mencari barang bukti yang digunakan untuk membunuh korban.

“Pada saat pengembangan mencari tali kabel yang digunakan untuk menjerat leher korban, tersangka berusaha kabur dan melawan polisi,” sambungnya.

Lanjut Putu, Tim Pegasus memberikan tembakan peringatan, tetapi tidak diindahkan tersangka. “Kemudian dilakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki tersangka,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pelaku menghabisi nyawa korban dengan menjerat leher korban menggunakan kabel. Atas tindakan tersebut, tersangka dijerat Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana.

“Ancaman hukuman 20 tahun penjara. Kita juga mengamankan barang bukti berupa, satu unit sepeda motor Honda Scoppy, kabel, dua unit handphone, sepatu dan jaket milik tersangka,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, korban ditemukan tewas dengan kondisi tanpa busana di dalam kamar 316 lantai 3 Hotel 61 IN, Jln Iskandar Muda, Medan Petisah, Sabtu (7/7) sekira pukul 10.00 WIB. Korban ditemukan tewas dengan posisi telungkup tanpa pakaian dengan kondisi kaki, tangan, lutut, dan mulut dilakban warna coklat. Selain itu, juga ditemukan darah yang keluar dari hidung korban.

Korban cek in di hotel itu, Kamis (5/7) sekira pukul 22.55 WIB dengan menggunakan KTP atas nama Budianto. lelaki bertubuh tinggi itu menyebutkan nama Ardila Putri untuk dituliskan di dalam buku resepsionis.

“Dia pesan kamar sendirian. Dia pesan untuk dua hari. Tapi kami tidak tau kalau ada temannya yang lain ikut,” terang Rizky Anggara, HRD yang juga merangkup Admin di hotel tersebut.

Karena waktu pemesanan sudah hampir habis, pihak hotel menelpon ke kamar yang dipesan Budiyanto. Namun berkali-kali dihubungi, tak ada jawaban dari dalam kamar. Karyawan hotel berinisiatif untuk langsung mengetuk pintu kamar yang terletak di lantai tiga itu.

Dua karyawan hotel, Halim Nasution (35) dan Apriman Laolo (20) membuka pintu kamar tersebut. Keduanya menemukan Budiyanto tewas dalam keadaan kaku tanpa busana.

Selain menemukan korban, kamar tersebut didapati berantakan. Belasan alat kontrasepsi berceceran tak jauh dari jasad korban. Selain itu, barang berharga korban tak terlihat di lokasi.

Janji Dijadikan Gigolo dan Diberi Rp10 Juta

DES menghabisi nyawa Budianto alias Ardila Putri karena geram dibohongi. Selama ini, korban menjanjikan pelaku akan dijadikan sebagai gigolo dan diberi uang Rp10 juta.

Hal itu diungkapkan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto MSi melalui Kasat Reskrim, AKBP Putu Yudha Prawira.

“Dari pengakuan tersangka, korban tidak memenuhi janji yang akan diberikan kepadanya. Oleh sebab itu, tersangka emosi dan akhirnya menghabisi nyawa korban dengan menggunakan kabel menjerat leher korban,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Medan Baru Martuasah Tobing menambahkan pelaku telah melakukan hubungan intim dengan korban sebanyak tiga kali di hotel berbeda-beda di kota Medan.

“Korban juga mengajari pelaku bagaimana melakukan seks untuk memuaskan nafsunya,” sebut Martuasah Tobing.

Terpisah, Budianto alias Ardila Putri (31), merupakan salah satu karyawan di RS Sinar Husni Medan. Pria tinggal di Jln Benteng Ujung simpang empat Jln Kampung Banten, Labuhan Deli ini juga diketahui sudah menikah dengan seorang wanita.

“Dia kerja di RS Sinar Husni itu sebagai personalia. Dia sudah menikah,” ungkap salah satu rekan kuliah korban kepada M24.

Sementara Humas Polsek Medan Baru Aipda Ayattulah menyebut kalau jasad korban sudah diserahkan kepada keluarganya. (tiopan/ardi)

Loading...