Anak gagal jadi ASN Disdik, pengusaha lembu polisikan pimpinan PAUD Harapan Bangsa

9

PERCUT-M24 | Uang Rp100 juta sudah diserahkan, namun anaknya tak kunjung diterima sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Pendidikan Kota Medan. Tak terima, Buang (50), warga Jln Pemuda Pancasila, Kongsi 6, Sampali, Kec Percut Sei Tuan melaporkan Aswan, tetangganya atas kasus penggelapan.

Buang yang ditemui di Polsek Percut Sei Tuan menuturkan, peristiwa itu berawal November 2017. Ketika itu Aswan menjanjikan untuk memasukkan putri korban, Silvia menjadi ASN di Disdik Kota Medan. Asalkan korban membayar uang sebesar Rp100 juta. Karena tetangga, Buang pun menyerahkan uang tersebut kepada pimpinan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Harapan Bangsa Jln Kongsi 6, Sampali tersebut.

Namun, hingga tanggal yang ditentukan, Silvi tak juga diterima menjadi ASN. Buang pun meminta pelaku mengembalikan uang Rp100 juta yang sudah diserahkan. “Bulan Maret 2018 saya minta kembali uang saya,” kata pengusaha lembu ini kepada M24, Jumat (22/6).

Saat itu, lanjutnya, pelaku berjanji mengembalikan uang korban pada Juni 2018. Ternyata, hingga waktu yang dijanjikan lewat, pelaku tak juga mengembalikan uangnya. Akhirnya, Kamis (21/6) siang, korban melaporkan hal tersebut ke Polsek Percut Sei Tuan.

Saat disambangi ke rumahnya, metro 24 tak berhasil menemui pelaku.
“Saat ini bapak (pelaku) sedang keluar untuk mengikuti wisuda murid PAUD Harapan Bangsa miliknya,” jelas salah seorang anak di rumah pelaku.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri yang dikomfirmasi berjanji untuk mengecek laporan korban. “Maaf ya, saya sedang opname di rumah sakit. Nanti saya cek laporannya ya,” ucap Faidil. (irwan)

Loading...