Anak Kandung Dicabuli Sejak Usia 9 & 5 Tahun

22

SEI RAMPAH-M24 | Pelarian Musman (52) selama empat bulan berakhir. Warga Simpang Tanah Raja, Desa Sei Buluh, Kec Teluk Mengkudu ini diringkus Satreskrim Polres Sergai dari persembunyianya di Desa Huta Rakyat, Kec Namantran, Kab Karo.

Musman merupakan tersangka kasus tindakan cabul terhadap anak kandungnya sendiri, sebut saja Bunga (14). Mirisnya, aksi bejat itu sudah dilakukan saat Bunga berusia sembilan tahun. Musman pun digelandang ke Mapolres Sergai untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasat Reskrim Polres Sergai, AKP Alexsander Piliang, dalam paparan yang digelar, Jumat (24/8) mengatakan, penangkapan tersangka berawal laporan Ningsih (43), bibi dari Bunga. Seperti dituturkan kepada Ningsih, perbuatan bejat tersangka pertama sekali dilakukan saat Bunga berusia sembilan tahun.

Hampir setiap malam, saat seluruh penghuni rumah tertidur, tersangka mengendap-endap ke dalam kamar korban. Selanjutnya, anak keenam dari 11 bersaudara itu dicabuli. Terakhir, Jumat (23/3) sekitar pukul 23:00 WIB, tersangka kembali menemui korban di kamarnya.

Selanjutnya tersangka membuka baju dan mengangkat bra yang dikenakan korban. Dengan buas tersangka mengisap payudara putri kandungnya itu. Korban yang tersadar mengaku seperti terhipnotis. Terdiam dan terpaku. Bahkan ketika jari tersangka menggerayangi daerah sensitifnya.

Setelah puas menyalurkan nafsu bejatnya, tersangka langsung berlalu meninggalkan korban yang gelisah. Belakangan perbuatan tersangka membuat kemaluan korban sakit setiap buang air kecil. Tak tahan, korban yang hanya mengenyam pendidikan hingga Kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini kabur ke rumah kakaknya, Siti (20) di Tanjungmorawa.

Kepada sang kakak yang telah berkeluarga, korban pun membeberkan perbuatan tersangka. Ternyata, Siti juga pernah menjadi korban nafsu bejat tersangka. Peristiwa itu terjadi saat Siti berusia lima tahun. Geram, Siti lantas menceritakan hal itu kepada bibinya, Ningsih. Belakangan, peristiwa itu menyebar dan jadi pembicaraan di kampung mereka.

Sadar telah menjadi buah bibir, tersangka memboyong istrinya pindah ke rumah keluarganya di Berastagi, Kab Karo. Setelah berdiskusi dengan keluarga, Ningsih mendampingi korban dan kakaknya membuat laporan ke Polres Sergai. Mereka parah jika ayahnya diproses hukum.

Petugas kepolisian lalu melakukan pengejaran ke Berastagi. Rabu (22/8) tersangka pun ditangkap dari rumah keluarganya. Selama di sana, tersangka bekerja sebagai buruh tani milik warga.

“Tersangka dijerat Undang Undang Perlindungan Anak dan kini kasusnya masih proses lebih lanjut,” tegas Alexsander Piliang.

Kepada awak media, tersangka Musman mengaku hanya menyium panyudara dan tidak pernah merusak selaput dara korban. Perbuatan bejat itu berawal ketika melihat korban mandi dengan pakaian minim.

“Tidak ada terpikir lagi memang aku silaf aku, Tidak tahu lagi apa yang telah aku perbuat dan aku cukup menyesal,” ucap Musman.

Namun dirinya membantah telah menyabuli putrinya yang lain. “Tidak benar itu. Tapi kalau Bunga (korban) memang ada,” tukasnya. (darmawan)

Loading...