Anak Korban Kekerasan Ibu Kandung Akhirnya Pulang ke Rumah

178

M24. CO |SIDIMPUAN

Setelah polisi menahan ibunya, Nelly siregar, yang melakukan eksploitasi dan tindak kekerasan terhadap anak anaknya, Y (14), M (13) dan A (12) dan kedua adik mereka sudah pulang ke rumah, di Desa Huta Lombang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara.

Sebelum menjadi korban sang ibu, anak anak dari Ranap Aritonang (38) bersekolah di SDN 2 Hutakoje, Kota Padangsidimpuan Tenggara.

Namun karena dipaksa berjualan oleh ibunya, anak anak malang ini sudah berhenti bersekolah dengan Ranap dan Nelly meminta kepada guru dengan alasan anak-anaknya akan bekerja membantu keluarga yang sedang membangun rumah.

“Kalau anaknya yang perempuan memang sekolah di sini. Aku tak tahu namanya, waktu mendaftar itu memang aku yang menerimanya,” kata perempuan yang merupakan penjaga sekolah meminta namanya tidak dicatat.

Kemudian, seorang guru kelas III yang juga meminta hal yang sama menuturkan, pada tahun 2013 lalu, tiga anak Ranap dan Nelly secara bersamaan berhenti bersekolah, salahsatunya M (13) yang merupakan siswanya.

“Katanya (orangtua) mau bangun rumah mereka. Membantu keluarga, anak-anak ini kerja dulu katanya waktu itu. Itu saat guru-guru ke rumahnya, kenapa mereka tidak masuk lagi sekolah,” kata wanita itu yang bersiap akan pulang lantaran sudah usai jam belajar mengajar.

Beranjak dari tempat itu, di Gang Merdeka, Desa Huta Lombang, Kecamatan Psp Tenggara. Antara 3 rumah dari bibir gang, tampak rumah bercat warna hijau, berdinding beton dan berlantai keramik. Di dalamnya Ranap Aritonang tengah menyapu lantai rumahnya saat wartawan datang. Enam anak-anaknya tampak riang bersamanya.

Sama dengan istrinya, Ranap sendiri menolak semua dugaan yang disematkan padanya dan istri, tentang mengeksploitasi anak-anak. Mereka sendiri yang meminta berjualan. Dan, dua putrinya itu, pada Selasa (25/10) lalu di pasar berdagang kantong plastik karena ingin bermain di pasar dan membantu abang-abang mereka. “Mereka lari (sekolah) waktu itu,” kata pria berambut ikal itu mengajak anak-anaknya memberi pernyataan.

Itu juga masalahnya, karena anak-anak lari pada saat disekolahkan kembali setelah berhenti selama setahun pada 2013 silam lantaran ia sedang membangun rumah dan membutuhkan uang.Anak-anaknya yang kecil memang sering tidak masuk sekolah, alasannya karena sang istri sering telat bangun dan anak-anaknya tidak ada yang mempersiapkan untuk berangkat sekolah.

“(Penghasilan anak-anak) tidak menentu. Dikasih mamaknya sepuluh ribu itu kadang tidak balik. Ternyata, orang itu main paly station, memang ibunya mengatakan kalian itu harus dapat 60 ribu sehari, tapi itu kadang gak ada, bahkan kadang tidak balik modal,” ucapnya. Tentang masa depan anak-anaknya, ia akan memasukkan kembali anak-anaknya ke sekolah untuk mendapatkan pendidikan. (sabar)

Loading...