Anak Tikam Ibu Kandung

21

MEDAN AREA-M24 | Diputus cinta oleh pacarnya, Deni Simanjuntak (30) depresi dan kerap mengamuk. Sang ibu pun ditikam. Tak ada pilihan lain, Dumaria boru Silitonga (53) melaporkan putranya itu ke pihak kepolisian.

Seperti dituturkan Dumaria kepada metro 24 di Polsek Medan Area, Minggu (29/7), Deni merupakan putra kedua dari enam bersaudara. Tak ada yang aneh hingga Deni berhenti bekerja. “Setelah tiga tahun berhenti bekerja, ia suka marah-marah dan main pukul sama adik dan ibunya,” ujar Dumaria dengan air mata berlinang.

Belakangan diketahui, perubahan perangai Deni dikarenakan cintanya diputus sang pacar. Ternyata selama pacaran, uang Deni banyak habis untuk pacarnya. Dan ketika ia berhenti kerja, pacarnya pun selingkuh dan memutuskan cintanya. “Cewek itu pemalas dan uang anakku habis. Aku tahu kali melihat tingkah perempuan itu,” kenang Dumaria.

Sebagai seorang ibu, Dumaria pun berupaya membawa Deni berobat ke psikiater. Tak sia-sia, setahun menjalani terapi, terdapat perubahan. Pun begitu, mereka selalu was-was karena Deni masih mau mengamuk.

Puncaknya, Jumat (23/7). Sekitar pukul 07:00 WIB, Dumaria ingin memasak nasi. Namun ia tak bisa menemukan mejikom yang biasa terletak di dapur rumahnya di Jln Menteng III Gg Silaturahmi, Kel Binjai, Kec Medan Denai. Dirinya pun membangunkan si Deni yang masih tertidur di kamar. “Kutanya, apa kau ada nampak mejikom?” ulang Dumaria.

Ketika itu Deni mengaku tidak ada melihat mejikom. Dumaria pun kesal. “Jadi, apa gunanya kau seharian di rumah kalau enggak bisa kau jaga barang?” geram sang ibu.

Mendengar itu, Deni pun emosi. Ia mengambil pisau dan menikamkan ke ibunya. Beruntung Dumaria sempat mengelak. Tikaman Deni pun hanya mengenai jari tangan kanannya. Tak berhenti di situ, Deni memukuli wanita yang telah melahirkannya tersebut.

Mendengar keributan, Felik Simanjuntak (18) coba melerai. Namun ia justru jadi sasaran tendangan Deni, abangnya. Kaki Felik pun memar. “Padahal mejikom itu sudah dijual si Deni. Tahunya, pas adiknya melihat ke tukang botot yang tak jauh dari rumah. Padahal itu sudah tidak kupersoalkan lagi, tapi si Deni marah,” kesal sang ibu.

Dengan penuh pertimbangan, Dumaria pun melaporkan Deni ke Polsek Medan Area. Selanjutnya Deni diamankan saat tidur di rumahnya, Sabtu (28/7) dinihari. Dumaria mengaku belum terpikir untuk membebaskan anaknya dari penjara. “Si Deni ada minta, keluarkan aku Mak. Tapi aku bilang, itu bagain kau. Kalau untuk makan, biar aku yang ngantar,” ucapnya tegas.

Kapolsek Medan Area, Kompol Jesmi Girsang melalui Kanit Reskrim Iptu P Hutagaol membenarkan telah mengamankan pelaku penganiayaan ibu kandung. “Kita amankan berkat laporan ibu kandungnya. Saat ini sudah diamankan dalam tahanan,” jelas P Hutagaol. (wandi)

Loading...