Aniaya Pribumi, Pengusaha Mata Cipit Wong Rame di Polisikan

200

WAN-SERGAI Pengelola Objek Wisata Pantai Wong Rame yang berlokasi di Desa Kota Pari Kec.Pantai Cermin, AW dan AY dilaporkan karyawannya, Indra alias Aliang (60)  warga Dusun II Desa Buntu Bahdimar, Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang yang sudah bekerja hampir 1,6 tahun  dan mantan karyawan Pantai Wong Rame M.Ridwan (19)  warga yang sama  atas kasus dugaan penganiayaan yang terjadi Senin (23/4) malam hingga Selasa (24/4/2017) dini hari.

Akibat penganiayaan tersebut kedua korban sempat mengalami  luka lebam di beberapa bagian tubuh, bahkan kaki Indra masih sulit untuk berjalan begitu juga mata kanannya masih masih tampak  memerah.

Kasus tersebut resmi dilaporkan oleh korban  ke Mapolres Sergai, Kamis (27/4/2017) dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STPL) nomor: STPL/88/IV/2017/SU/RES Sergai dan nomor laporan Polisi: STPL/136/IV/2017/ RES Sergai.

Korban penganiayaan Indra dan M.Ridwan kepada M24 grouop Jumat  (28/4/2017) di Sei Rampah mengatakan peristiwa penganiayaan menuturkan peristiwa berawal saat Indra yang bertugas sebagai pengawas Pondok dipanggil oleh seorang karyawan lainnya untuk hadir ke ruang rapat (meeting) setelah selesai bertugas, Senin (23/4/2017) sekira pukul 19:30 dan pukul 19:45 dirinya sampai ke ruangan meeting.

“Pukul 20:00, Pengelola Pantai Wong Rame AY, Wakil Manejer dan Kasir dan salah seorang karyawan BY juga masuk dalam ruangan meeting, tiba-tiba saya dituduh menggelapkan tiket, AY terus mendesak dan saya disuruh mengakui telah menggelapkan 150 blok tiket, karena merasa tidak berbuat saya tidak mengakui yang saya akui sebelumnya ada 10 tiket belum bayar dan jika hal itu jadi masalah akan segera  diselesaikan pembayarannya”, terang Indra.

Mendengar jawaban Indra, AY kalap dan mengambil kayu langsung dipukulkan bagian belakang korban, kemudian  AY menyuruh BY untuk mengambil besi 12 mili  yang dililit koran, AY kembali memukulkan besi tersebut di jari tangan korban, AY juga mengancam Indra untuk mengakui telah menggelapkan 150 blok tiket, jika mengaku tidak akan dianiaya,  karena tidak tahan Indra terpaksa mengakui perbuatan yang tidak dia lakukan.

Menurut  Kakek satu anak itu setelah dirinya   mengaku AY kembali memukuli dirinya dengan besi tersebut dibagian tangan dan bagian belakang  badan  korban, kemudian malamnya  Pengelola Pantai Wong Rame lainnya AW yang merupakan adik.AY datang ke ruang meeting tersebut yang juga turut  menganiaya Indra dengan botol ke tulang kering kaki kanan, setelah itu wajah Indra di pukul menggunakan tangan kosong oleh AW  hingga mata Indra memerah hingga saat ini.

Perlakuan yang sama juga dialami M.Ridwan mantan karyawan Pantai namun yang melakukan penganiayaan adalah AY dan BY,  Ridwan dipukul menggunakan bambu dibagian tengkuk dan tangan, Ridwan  mendapat penganiayaan karena didesak mengaku bekerja sama dengan Indra melakukan penggelapan tiket pondok.

“Interogasi dan penganiayaan akhirnya berakhir  Selasa (24/4) sekira pukul 03:30  saya kemudian keluar ruangan meeting, karena saya sudah sulit berjalan, sekitar  pukul 05:30 salah seorang karyawan mengantarkan sampai ke Simpang Tugu Pantai Cermin, kemudian saya naik becak ke Simpang Pantai Cermin, Perbaungan dan selanjutnya pulang ke rumah di Tanjung Morawa, setelah itu berobat di klinik “, terang Indra sembari menahan sakit.  Indra berharap pihak Kepolisian segera memproses kasus penganiayaan yang dialami dirinya serta M.Ridwan

Pengelola Pantai Wong Rame,  Awi yang dihubungi  via telepon seluler membantah, dirinya tidak ada menganiaya Aliang dan Ridwan, berita itu tidak benar, Awi mengakui jika malam itu Anggota penjaga Pondok yang diawasi Aliang meminta rapat melalui kakaknya AY.karena selama ini Aliang telah terbukti  melakukan penggelapan karcis Pondok pantai Wong Rame yang setelah ditotal kerugian pengelola mencapai Rp80 juta hingga Rp90 juta.

“Hal itu telah diakui Aliang dalam rapat meeting,  dirinya  bekerja sama dengan Ridwan membuat tiket karcis palsu dengan cara di foto copy, Ridwan juga telah mengakui bahkan atas perbuatan tersebut sebelumnya Ridwan telah  mengundurkan.diri dari pekerjaannya yang malam itu kebetulan datang sehingga sekalian dipanggil keruang  meeting tersebut , perbuatan keduanya terungkap dengan ditemukannya foto copy tiket  karcis palsu , bahkan anggota Aliang juga telah mengetahui aksi Aliang, saat akan kami laporkan Polisi, Indra sempat bersujud meminta dirinya jangan dilaporkan, karena iba.kami tidak jadi melaporkannya sekarang kami heran kok malah kami balik yang dilaporkan”, tutur Awi.

Terkait luka memar yang diderita Indra, Awi mengatakan malam itu dirinya   datang dan  masuk ke ruang meeting sambil  minum teh botol, saat itu Indra kondisinya tengah bengong, untuk memastikan kesadarannya Awi iseng memberikan botol tersebut dan mengatakan untuk memukul badannya dengan botol, mereka juga heran Indra tiba-tiba mengambil botol itu dan memukulkannya sendiri bagian  tubuh dan kakinya.

Kasat Reskrim Polres Sergai AKP Agustiawan yang dihubungi metro24.co, membenarkan  telah menerima dugaan  korban  penganiayaan  dan kasusnya akan segera ditangani sembari menunggu hasil visum dari pihak  rumah sakit.

Loading...