Antony Hutapea Bukan Pemilik Bus Makmur

1097
Lampiran Direksi Akta Salinan Badan Hukum PT Makmur Pratama Jaya

MEDAN|Ribut-ribut nama Antony Hutapea yang diklaim sebagai pemilik Bus Makmur, menyeret citra PT Pratama Makmur Jaya atau PT PRAMAJA selaku pengelola armada Bus Makmur.

Usut punya usut, ternyata Antony Hutapea yang tersandung kasus penistaan agama, bukan pemilik atau owner Bus Makmur.

Konfirmasi ini diperoleh awak media langsung dari manajemen PT Pratama Makmur Jaya atau PT PRAMAJA, pengelola armada Bus Makmur, Kamis (27/4)
siang.

“Nama Antony Hutapea yang selama ini dikaitkan dengan pemilik Bus Makmur dan PT Pratama Makmur Jaya tidak benar adanya. Klarifikasi ini kami lakukan
mengingat citra perusahaan Bus Makmur ikut terseret dan berdampak pada penurunan jumlah penumpang sejak kasus yang menjerat nama Antony Hutapea
dikaitkan dengan Bus Makmur,” kata Tiopan, selaku Manager Operasional (Koordinator) Bus Makmur.

Tiopan bahkan menunjukkan salinan dokumen Akta Pendirian Badan Hukum PT Pratama Makmur Jaya yang dibuat Notaris Darwin Siagian SH berikut
pengesahan Akta Pendirian Badan Hukum oleh SK MENKUMHAM RI Nomor AHU 2460454.AH.01.01.TAHUN 2015 tertanggal 12 Oktober 2015.

Secara jelas tertera dalam lampiran susunan Direksi, tidak satupun mencantumkan nama Antony Hutapea baik selaku Direktur Utama, Direktur maupun Komisaris.

Dalam lampiran akta pendirian PT Pratama Makmur Jaya selaku pengelola armada Bus Makmur, nama-nama direksi yang tercantum adalah James Maja Philip
Hutapea (Dirut), Geloria Marintansia Panggabean (Direktur) dan Nadia Theodora Hutapea (Komisaris).

“Atas dasar akta badan hukum ini sekali lagi kami himbau kepada masyarakat bahwa Antony Hutapea tidak ada kaitannya dengan operasional Bus Makmur
maupun PT Pratama Makmur Jaya,” tegas Tiopan.

Disinggung soal dampak yang dialami perusahaan dengan diseretnya nama Antony Hutapea selaku pemilik Bus Makmur, Tiopan mengaku pihaknya dirugikan
karena adanya pihak yang mengakaitkan isu agama dari kasus Antony Hutapoea dengan bisnis dan operasional Bus Makmur.

“Ini berdampak dengan anjloknya jumlah penumpang Bus Makmur dalam dua pekan terakhir. Sekali lagi kami himbau agar masyarakat memahaminya,” tutup
Tiopan. (red)

Loading...