Apotek jual pil pcc digrebek, 2 pengedarnya diamankan

89
Poto : Ilustras internet

Dedi-Medan | Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), geger. Sebab, Pil Paracetamol Caffeine Carisoprodol (PCC), mulai ditemukan di Kota Medan. Dua pelaku disyaki sebagai komplotan pengedar diamankan polisi.

Adalah, JP (49) warga Jalan Mandala by Pass, Kecamata Medan Denai dan EW (55), asal Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur. Keduanya diamankan secara terpisah oleh Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, dengan barang bukti yang disita mencapai ribuan butir pil PCC.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Ganda MH Saragih menjelaskan, awalnya mereka menangkap JP di kawasan Mandala.

JP ketika itu sudah mengemas ribuan pil PCC yang akan dijualnya seharga Rp 10 ribu per butir. Tersangka mengaku membeli pil yang tidak termasuk kategori narkotiba itu di sebuah apotek di Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur.

“Dia beli tujuh ribu sebutir. Jadi ada keuntungan tiga ribu setiap butir yang terjual,” kata Ganda.

Polisi pun kemudian meluncur ke apotek yang diduga telah menjadi distributor pil PCC.

Dari dalam ruangan itu ditemukan 2.130 butir pil PCC, 301 butir atarak, 1.170 butir THCL,30 butir prisium, empat fentanyl, 10 butir tramodol, 12 butir valisambe, 15 butir librax, 10 buir alpraszolam dan delapan condifront. Dijelaskan Ganda, seluruh jenis obat itu tidak dijual bebas karena harus disetai resep dokter.

“Kami juga menemukan psikotropika dan ketamine. Ketamine merupakan bahan dasar pembuat sabu-sabu,”terang Ganda.

Dari pemeriksaan terungkap kalau EW ternyata pernah diamankan pihak BBPOM Medan karena terlibat memasarkan obat terlarang. Informasi itu pun masih terus didalami penyidik untuk menelusuri jalur distribusi pil PCC yang sudah sempat beredar di Medan.

Polisi menduga EW tidak hanya melibatkan JP sebagai pengedar, tapi ada beberapa pelaku lain yang dilibatkannya. “Disinyalir pengedar lebih dari satu. Kami fokus mengejar para pelaku ini,” tegasnya.

Loading...