Astagfirullah… cewek tunarungu 2x dicabuli

NAMORAMBE-M24 | DEP alias Singa memang si Raja Tega. Dalam 24 jam, pacarnya yang tunarunggu (bisu), sebut saja Bunga, dicabuli hingga dua kali. Padahal mereka baru lima bulan berpacaran.

Seyogianya, seorang laki-laki harus bisa menjadi pelindung bagi wanita yang sedang bersamanya. Baik dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Hanya saja, hal itu tak berlaku bagi DEP alias Singa. Remaja 19 tahun ini justru memanfaatkan kekurangan sang pacar untuk menyalurkan nafsu bejatnya.

Ceritanya, berawal Singa yang tinggal di Dusun III Desa Namorambe, Kec Namorambe berkenalan dengan, sebut saja Bunga (16) yang tinggal di Dusun II, Desa Jaba, Kec Namorambe. Karena bertetangga desa, keduanya pun sering bertemu.

Loading...

Bunga memang memiliki fisik yang menarik. Dengan wajah manis ditopang tubuh proporsional. Ditambah rambut sepunggung yang mengikuti trend anak zaman now. Hanya saja, Bunga tidak bisa berkomunikasi dengan baik atau bisu atau tunarungu.

Tapi, Singa berhasil meyakinkan Bunga jika hal itu tidak mengurangi perasaan sayangnya. Mendengar itu, Bunga yang tengah berada di masa akhir pubertas (masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual) pun berbunga-bunga. Apalagi, Singa juga memiliki wajah tak buruk.

Singkat cerita, sejak lima bulan belakangan, kedua cucu Adam dan Hawa ini sepakat berpacaran. Selama itu, semua berjalan normal. Singa selalu menyambangi Bunga di rumahnya. Kalaupun keluar, mereka selalu pulang dan masih menjaga norma-norma agama dan masyarakat yang ada.

Ternyata semua itu hanya strategi Singa untuk menutupi niat terselubungnya sembari menunggu adanya kesempatan. Tepatnya Selasa (22/5), Singa mendapati rumahnya dalam keadaan kosong. Kedua orangtuanya pergi kerja dan kedua adiknya tengah sekolah.

Pria yang memiliki tato abstrak di lengan kanan ini memacu kretanya ke rumah Bunga. Ya, dengan keadaannya, Bunga tak sekolah dan hanya berdiam diri di rumah. Melihat kekasihnya datang, bungsu dari dua bersaudara ini pun kegirangan. Keduanya pun ngobrol di dalam rumah.

Beberapa menit berselang, Singa mengajak Bunga keluar. Ajakan itu pun disambut Bunga dengan senang hati. Setelah berada di atas kreta, Singa langsung tancap gas menuju rumahnya. Beberapa menit di dalam rumah, pria pengangguran ini melancarkan aksinya dengan menyium Bunga. Siang itu, Singa berhasil menyabuli korban.

Seperti mendapat mainan baru, Singa masih ingin melanjutkan perbuatan bejatnya. Namun, anggota keluarganya sebentar lagi akan pulang. Sulung dari tiga bersaudara ini pun membawa korban ke salah satu pemandian alam di Desa Kuta Tengah, Kec Namorambe. Di salah satu gubuk itu, Singa kembali menggarap tubuh mulus korban hingga satu malaman.

Setelah puas, Rabu (23/5) pagi, pelaku mengantar korban pulang. Setiba di rumah, korban yang menangis langsung diinterogasi orangtuanya karena satu malaman tak pulang. Namun, pengakuan korban membuat mereka terkejut.

“Tadi pagi korban pulang diantar kawannya ke rumah. Tiba di rumah langsung menangis. Setelah kita tanya, lewat peragaan tangan dan bahasa yang samar, korban mengaku sudah dicabuli pacarnya,” ucap orangtua korban DR (42) yang ditemui di Polsek Namorambe.

Siang itu juga, DR mencari keberadaan pelaku. Karena tidak ketemu, DR membawa korban membuat laporan resmi ke Polsek Delitua. Laporan korban langsung ditindaklanjuti. Bersama petugas kepolisian, korban mencari keberadaan pelaku. Dari warung dekat rumahnya, pelaku diringkus petugas dan diamankan ke Mapolsek Namorambe.

Kepada petugas, pelaku mengakui telah menyabuli korban. “Kami sudah pacaran selama lima bulan. Dan saat di rumah, korban tidak melarang saat saya ciumi. Karena sudah bernafsu, kami pun melakukannya. Kami melakukan 2 kali. Sekali di rumah dan sekali lagi di pemandian. Itu semua kami lakukan karena kami saling cinta,” kilah pelaku.

Kapolsek Namorambe, AKP Zainuddin Lubis melalui Kanit Reskrim, Iptu W Tarigan yang dikomfirmasi membenarkan pihaknya mengamankan seorang pelaku cabul. “Benar. Sekarang sudah dibawa ke Polres Deliserdang. Mengingat di Polsek Namorambe belum ada petugas PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak),” jelas W Tarigan. (Mehuli)

Loading...