Ayah & kakek cabul diringkus satreskrim Polres Sergai

43

SEI RAMPAH-M24 |Tim Opsnal Satreskrim Polres Sergai meringkus dua tersangka kasus cabul. Keduanya adalah Aswad (55), warga Desa Sei Rampah, Kec Sei Rampah, Kab Sergai dan Budiman (50), warga Desa Mangga Dua, Kec Tanjung Beringin.

Kapolres Sergai, AKBP Juliarman Pasaribu didampingi Kasat Reskrim, AKP Alexander dan Kanit PPA, Iptu Parida dalam paparan, Senin (28/5) mengatakan, tersangka Aswad dilaporkan mantan istrinya Aisyah yang juga ibu kandung korban, DL ke Mapolres Sergai, Jumat (11/5).

Setelah pisah ranjang dengan Aisyah tiga tahun lalu, Aswad tak punya penyaluran syahwat. Februari 2017, putrinya DL pun jadi korban. “Ketika putrinya tidur di kamar, AS masuk lalu menarik tangan DL dan membekap mulutnya sambil mengancam agar tetap diam. Bahkan AS sempat memukul kepala putrinya karena berontak, seraya mengancam tidak akan menafkahi korban dan ketiga adiknya serta tidak akan menyekolahkan DL lagi. Karena takut akhirnya DL pasrah disetubuhi ayah kandungnya,” papar Juliarman Pasaribu.

Aswad lalu ketagihan dan berulang kali menyabuli putri kandungnya. Terakhir, Jumat (27/4). Tak terima atas perlakuan ayahnya, DL yang masih Kelas IX SMP bercerita kepada ibunya Aisyah.

Sementara itu, Budiman ditangkap karena menyabuli cucu kandungnya, sebut saja Bunga (16) yang tinggal di rumah tersangka.

“Perbuatan keji BD terhadap cucunya pertama kali dilakukan Juni 2017 dengan iming-iming akan diberi uang Rp100 juta. Korban yang lugu dipaksa menuruti tersangka. Akhirnya perbuatan bejat itu pun berulang kali dilakukan tersangka di kamar korban. Terakhir, 25 April 2018 hingga Bunga sempat mengalami pendarahan,” tambah Juliarman Pasaribu.

Bunga lalu menceritakan prilaku durjana kakeknya kepada salah seorang keluarga. Peristiwa itu lalu dilaporkan ke Mapolres Sergai, 11 Mei 2018 oleh pihak keluarga. Selanjutnya Budiman yang sempat kabur berhasil diringkus, Kamis (24/5).

“Kedua tersangka dijerat Pasal 81 Ayat 1, 2 dan 3 subsider Pasal 82 Ayat 1 dan 2 Undang Undang RI dengan ancaman 15 tahun penjara. Apapun alasan kedua tersangka tidak bisa ditolerir. Terlebih tersangka seharusnya menjadi pengayom dan pelindung korban,” tegas Juliarman.(darmawan)

Loading...