Ayah perkosa anak dipergoki istri

MEDAN-M24 | Meski yang memerintah ayah tiri, seorang remaja 13 tahun patuh menyiapkan makan siang. Ternyata, begitu menyendok nasi di dapur, siswi SMP ini disergap dan diperkosa. Bunga, sebut saja begitu, dimangsa ayah tiri ketika tubuh remajanya tengah berkembang ranum.

Peristiwa miris nan menyayat hati itu berlangsung di kediaman mereka, Jln Bajak V, Kel Harjosari II, Medan Amplas. Kini, kasusnya sedang ditangani Polrestabes Medan, sesuai laporan pengaduan No: LP/1292/VI/SPKT/2018/RESTA Medan dan No: STBL/1292/K/VI/2018/SPKT RESTA Medan.

Ditemui M24 di Markas Polrestabes Medan, seusai memberi keterangan lanjutan, Kamis (28/6), ibu korban pun membeberkan peristiwa yang dialami Bunga. Ros, begitu perempuan 36 tahun ini menyebut penggalan namanya, tegas menyatakan anak perempuannya diperkosa oleh Bambang Erwanto alias Bembeng. Lelaki 38 tahun itu merupakan suami kedua Ros.

Loading...

Menurut dia, peristiwa pilu itu berlangsung saat lebaran kelima, Selasa (19/6). Ketika itu, Bunga bersama ibu dan neneknya tengah duduk di halaman belakang rumah. Bembeng kemudian datang dan mengaku sedang lapar.

Bunga yang disuruhnya menyiapkan makanan langsung bergerak menuju dapur. Setiba di dapur, dia pun mengambil piring dan nasi. Tak lama berselang Bembeng menyusul. Nah, saat anak tirinya itu sedang menuangkan nasi ke piring, Bembeng langsung menyergap.

Mulut Bunga dibekap. Di bawah ancaman bunuh jika berteriak atau melapor pada ibu dan neneknya, Bunga dipaksa melepas pakaian. Ancaman itu cukup membuat Bunga ketakutan. Sembari terisak dia pun menuruti kemauan sang ayah.

Di lain pihak, Ros curiga karena putrinya terlalu lama berada di dapur. Jika hanya menyiapkan makan siang, mengapa Bunga tak kunjung kembali? Begitu pertanyaan yang menggelayuti pikiran Ros.

Tak sabar ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, Ros pun menyusul ke dapur. Dan, betapa terperangahnya dia memergoki anak semata wayangnya tengah diperkosa sang suami.

Pemandangan mengejutkan itu juga sontak membuat Ros menjerit-jerit. Bembeng pun terkejut. Namun, sebelum kabur meninggalkan rumah, Bembeng menyempatkan diri mengancam Ros agar tidak melaporkan kejadian itu ke polisi.

“Awalnya disuruhnya anakku ambil nasi. Curiga aku, kok lama kali ngambil nasi gitu aja. Pas sampai di dapur, terkejut kali aku melihat anakku diperkosa,” ujar Ros, didampingi tokoh pemuda Medan Amplas, Asril Siregar.

Sementara itu, Bunga enggan memberikan keterangan. Saat ditanyai beberapa awak media, remaja SMP memilih bungkam.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha menegaskan akan menindaklanjuti laporan tersebut. “Kami akan tindak lanjuti laporannya dan akan segera berikan kepastian hukum kepada pelapor,” katanya. (ardi)

Loading...