Bawa Senjata Api, Mantan Marinir Diteriaki Rampok

17

GEBANG-M24 | Seorang mantan marinir diamankan anggota Polsek Gebang, Langkat. Sebelumnya, Yulian Sulistio (33), sang mantan marinir, diteriaki rampok oleh warga Teluk Aru, karena bawa sennjata api bersama tiga rekannya. Mereka menumpang mobil Toyota Calya BK 1470 FB.

Penangkapan Yulian berlangsung di simpang Padang Langkat Dusun IX Desa Air Hitam Kec Gebang, Langkat, Senin (10/9) sekira pukul 14:00 WIB. Kala itu Yulian, warga Pangkalanbrandan bersama tiga rekannya, Novrizal (sopir), Suhariadi dan Safarzen Hasibuan berada dalam mobil Calya warna hitam. Mereka dari arah Pangkalanbrandan menuju Tanjungpura, Langkat.

Saat melintas di kawasan Tangga Lagan, Kec Seilepan, mobil ditumpangi Yulian dkk menyenggol dua oknum marinir yang menunggangi kreta (sepedamotor). Yulian dkk diperintahkan agar berhenti. Namun mobil ditumpangi empat pria itu tetap melaju seolah tak ada kejadian. Kecurigaan muncul, lantaran penumpang mobil terlihat membawa senpi jenis pistol.

Kedua anggota marinir dibantu warga setempat lalu melakukan pengejaran dan melaporkan peristiwa itu ke Polsek Gebang.Kapolsek Gebang AKP Henry BD Tobing SH bersama Kanit Reskrim Iptu Oskar Purba dan anggota turut mengejar mobil Calya yang kabur menuju Tanjungpura. Mobil yang dikejar terendus di Dusun IX Simpang Padang Langkat, Desa Air Hitam, Gebang.

“Di sana, warga berhasil menghadang laju mobil. Tak lama kita bersama anggota tiba di TKP dan segera mengamankan penumpang mobil. Ada empat orang yang diamankan,” papar AKP Henry.

Saat mobil digeledah, petugas menemukan sepucuk senpi jenis FN dari dalam dashboard. “Kita temukan senpi jenis FN tanpa amunisi dan tanpa nomor seri. Pistol itu milik penumpang bernama Yulian. Selain itu kita juga temukan senjata tajam dari salah satu penumpang lainnya,” terang Henry.

Terpisah, Kapolres Langkat, AKBP Dedy Indriyanto SIK MSi, yang dikonfirmasi metro24, Selasa (11/9) siang, melalui Kasat Reskrim M Firdaus SH via telepon seluler membenarkan penangkapan keempat pria, dimana seorang di antaranya mantan marinir yang memiliki senpi jenis FN.

Disinggung aksi perampokan yang diduga dilakukan keempat pria, Firdaus menepisnya. “Mereka bukan pelaku perampokan. Hanya saja mobil yang mereka tumpangi menyenggol sepedamotor yang ditunggangi dua oknum TNI (marinir). Lalu ketika disuruh berhenti, mereka malah tancap gas sehingga dilakukan pengejaran sambil diteriaki rampok,” sebut Firdaus.

Selain senpi jenis FN tanpa amunisi, terang Firdaus, turut diamankan sebuah borgol, 1 pisau lipat, 1 tas coklat dan mobil yang ditumpangi. “Dua pelaku terancam terjerat Undang-Undang Darurat karena kepemilikan senpi dan sajam. Sementara dua lagi sebagai saksi. Mereka masih dalam pemeriksan di Polres Langkat,” pungkas Firdaus. (rudi)

Loading...