Belasan emak-emak di Marelan ditipu wanita etnis India

19

HELVETIA-M24 | Belasan emak-emak yang berdomisili di Jln Marelan Pasar V, tertipu seorang wanita keturunan etnis India. Pelaku kemudian diamankan di Pajak Sei Sikambing, Jln Gatot Subroto, Medan Helvetia, Jumat (8/6).

Pelaku yakni Nani warga Jln Karya. Korban dari pelaku sekitar 15 orang. Dalam aksinya, Nani mengimingi para korban mudah untuk meminjam uang.
Salahs eorang korban ketika ditemui di Polsek menyebut, pelaku menyebut kenal dengan seorang keturunan Tionghoa yang mau minjamin uang. “Borohnya pakai surat tanah dia yang dipegang kawannya itu. Jadi kalau kami mau minjam uang, bisa diambilkan sama orang keturunan itu. Tapi pakai uang administrasi Rp200 ribu,” jelasnya.

Korban pertama Nani adalah Mita (30), ibu anak satu. Dia datang ke rumah Mita, Rabu (6/6). Dari situlah Mita menawari mereka untuk meminjam uang. “Apalagi si Mita bilang udah tiga kali cair minjam uang dari dia,” tambah wanita berjilbab hitam ini.

Yakin dengan ucapan Mita, belasan ibu rumah tangga itu memberikan uang masing-masing sebanyak Rp200 ribu. Harapannya mendapatkan uang pinjaman dengan berbagai jumlah. Setelah 2 hari berlalu, tak terdengar kabar dari Nani. Sementara Mita yang sadar Nani adalah penipu, mulai tak enak hati dengan para tetangganya itu.
“Aku udah pasrah aja lah. Aku bingung kenapa mau dibodohi dia. Kalau misalnya mereka minta ganti, mau gak mau kugantilah uang mereka,” beber Mita.

Karena mengetahui Mita bukan orang jahat, para korban berkumpul dan mencari keberadaan Nani. Hasilnya, Nani ditemukan salah satu konter HP di Pajak Sei Sikambing.
“Entah kayak mana ditunjukkan Allah lah sama kami, dapat kami dia lagi berdiri-diri sendiri di konter HP,” jelas para korban.
Ketika menangkap Nani, sempat terjadi keributan di lokasi. Para pedagang menganjurkan para korban untuk membawa Nani ke Mapolsek Helvetia.
“Udah di dalam dia, memang nggak banyak kami yang ditipu. Cuma Rp3 jutanya. Tapi bagi kami yang nggak punya ini kan berharga kali. Apalagi ini mau lebaran,” ungkap Reni yang diamini Fitri, korban penipuan.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Helvetia Iptu M Rian Permana belum mau memberi keterangan terkait kasus ini. Berulang kali dihubungi via selular dia tak kunjung menjawab. (tiopan)

Loading...