Bergelar Sarjana Peternakan, Pria Ini Buka Praktik Dokter Gigi

7

MEDAN-M24 | Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumut membongkar praktik dokter gigi palsu (gadungan) di Jln Setia Luhur, No.177 A, Kel Dwikora, Kec Medan Helvetia. Dokter palsu itu bernama Rudi Arif SPt (27), warga Jln Bambu II, Kec Medan Timur yang telah menjalankan bisnis tersebut sejak 2015.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja dalam paparan, Senin (6/8) mengatakan, penangkapan dokter gadungan bergelar Sarjana Peternakan tersebut berdasarkan informasi masyarakat terkait adanya dugaan mallpraktik kedokteran gigi yang di Tempat Kejadiaan Perkara (TKP).

“Kemudian, Sabtu (21/7) petang, petugas melakukan penyelidikan dengan menyamar sebagai pasien,” katanya.

Hasilnya, lanjut Tatan, petugas mendapati sejumlah kejanggalan saat memasuki yang dijadikan tempat praktik gigi itu. Tersangka kemudian diamankan tanpa perlawanan. Dalam penangkapan itu ditemukan 1 set TCD, 1 set Tool Kit, 1 kotak alginate, 1 set mikro motor, 1 kotak alat cetak, 1 set scallet, 2 kaca mata pasien, 1 set suction, 1 handuk alas, 1 set Dental Unit, 1 set Bahan Gigi, 2 ember, 1 kotak masker karet warna hijau, 1 kotak sarung tangan karet warna pink dan kaca mulut.

“Tersangka saat itu sedang memakai masker karet warna hijau dan sarung tangan karet warna pink dengan memegang peralatan kaca mulut untuk menangani pasien yang sedang menjalani perobatan gigi, sehingga langsung dilakukan penangkapan,” terangnya.

Rudini juga menggunakan identitas berupa gelar yang berkesan ia adalah seorang dokter atau dokter gigi. Di papan namanya tertulis drg Rudini Arif.

Dokter gigi gadungan ini dipersangkakan dengan UU RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 77 serta UU RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 78 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 ayat 1 dan 2 dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp150 juta.

“Untuk tindak lanjut, kita akan memanggil saksi-saksi yang terkait dalam praktek perawatan dan pengobatan gigi tersangka, memanggil Dinas Kesehatan Kota Medan, mengundang ahli dari IDI Cabang Medan,” pungkasnya. (ahmad)

Loading...