Berkas PTKI Sampai di Kejari

M24.CO|MEDAN
Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan telah menerima pelimpahan berkas dan tersangka atau tahap II (P-22) oleh penyidik dalam kasus dugaan korupsi pelaksanaan pekerjaan pengadaan pembangunan pabrik mini pengolahan kelapa sawit dan alat laboratorium uji di Politekhnik Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan Tahun Anggaran (TA) 2013 senilai Rp 5,6 miliar.

Ketiga tersangka yang dilimpahkan beserta barang bukti itu yakni Hamdan Suharto Bintang selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Ir Zuherman selaku Direktur Ganeshatama Prasetya dan Drs Makmur Sembiring selaku Direktur CV Juma Purba.

“Kita sudah menerima pelimpahan berkas dan tersangka dalam tahap II dari penyidik,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Medan, Haris Hasbullah kepada wartawan, Rabu (28/9/2016).

Loading...

Setelah menerima pelimpahan tahap II, Haris mengaku pihaknya akan meneliti kelengkapan berkas tersebut untuk membuat dakwaan. “Berkasnya akan kita teliti lagi dan dilengkapi jika ada yang kurang,” ujarnya

Diperkirakan berkas ketiga tersangka akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan pada pekan depan.

Dalam kasus ini, Direktur Politeknik Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan, Mansyur dikabarkan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik. Peran Hamdan Suharto Bintang sebagai PPK pada pengadaan pembangunan pabrik mini kelapa sawit dan labotorium.

Kemudian, Suherman sebagai rekanan pada pengadaan pembangunan pabrik mini kelapa sawit dan Makmur Sembiring sebagai rekanan pada pengadaan alat labotorium uji.

Kerugian negara dalam kasus ini dalam proses penghitungan auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumut yakni untuk alat laboratorium uji senilai Rp 400 juta dan pengadaan pabrik mini senilai Rp 900 juta.

Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 2, Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana. (van)

Loading...