Berulang Ditiduri Lesbi, Pelaku Guru Seni dan Telah Menikah

48

Percut-M24 | Untuk memastikan status Citra Panjaitan (30) pelaku penyimpangan seksual yang dilaporkan korbannya ke Polsek Percut Seituan, metro24 mendatangi Sekolah Parulian 2, Perumnas Mandala, Jumat (27/7).

Di Pos Satpam sekolah, awak media bertemu dengan Hutabarat, salah seorang guru di sekolah tersebut. Ia berdalih tidak ada guru yang bernama Citra Panjaitan. “Saya tahu semua nama guru, tapi tidak ada nama Citra Panjaitan. Kalau pun ada yang Boru Panjaitan, orangnya sudah tua,” kata Hutabarat.

Namun, sejumlah siswa SMA Parulian 2 mengataka hal berbeda. Bahwa benar Citra Panjaitan adalah guru di sekolah tersebut. “Dia guru Seni, Budaya dan Keterampilan (SBK). Ngajar setingkat SMA di Parulian 2 ini,” ucap seorang siwa yang minta namanya tak disebut.

Pun dengan Samuel, alumni Sekolah Parulian 2. “Bu Citra itu mengajar seni lukis, musik juga tari. Memang kalau bicara dan marah kelihatan sekali seperti laki-laki. Coba saja lihat cara jalannya yang kayak laki-laki. Dia itu tamatan Unimed,” katanya.

Hal itu dibenarkan guru lainnya, Siburian. Dimana Citra sudah dua tahun lebih mengajar di Parulian 2. “Jalan tiga tahun dia (Citra) mengajar di sini. Tadi baru saja pulang,” katanya.

Menurut Siburian, Citra Panjaitan telah berkeluarga dan tinggal di Tanjungselamat. Suaminya membuka usaha Ponsel. Artinya, kamar kost di Jln Sering/Jln Pancing hanya untuk penyaluran penyimpangan seyitra. Karena itu dirinya kaget dengan pemberitaan di Harian metro 24 edisi, Jumat (27/7).

“Tapi kalo korban nggak tahu dia (Citra) itu perempuan, kayaknya aneh aja. Sepertinya keduanya sama-sama suka, cuma karena korban masih bawah umur,” ungkapnya.

Sehari-hari, lanjut Siburian, penampilan Citra memang sedikit tomboy. Hanya saja, peraturan sekolah yang mewajibkan guru wanita mengenakan rok, membuat hal itu tak menyolok. Pun begitu, peristiwa ini dipastikan akan menjadi pembahasan pihak sekolah. “Yang pasti saya pribadi tak menyangka bahwa Citra memiliki penyimpangan sex,” tutupnya.

Sebelumnya, Kamis (26/7), awak media sempat bertemu dengan Citra Panjaitan yang datang ke Polsek Percut Sei Tuan bersama orangtua korban, sebut saja Desi (18). Namun, Citra langsung kabur ke parkiran. Keluarga korban juga enggan memberi komentar terkait peristiwa yang menghebohkan tersebut. “Maaf, Bang, nggak bisa. Nanti dulu,” ungkap kedua orangtua korban sembari berlalu.

Diberitakan sebelumnya, Citra Panjaitan dilaporkan oleh Desi, warga Tanjungmulia ke Polsek Percut Sei Tuan. Desi merasa tertipu mengetahui jika setahun belakangan ia berhubungungan dengan Citra Panjaitan yang mengaku-ngaku sebagai pria bernama Jaka Arisandi.

Padahal, setiap berhubungan badan di kost pelaku, Desi merasa menjadi perempuan seutuhnya. “Selama berhubungan (badan), saya merasakan apa yang perempuan rasakan. Dia (pelaku) memasukkan barangnya ke dalam kemaluan saya,” kenang Desi.

Jati diri Citra mulai terungkap setelah Desi diajak tinggal bersama di kos selama seminggu. Warga sekitar mengatakan jika penghuni kamar kos yang ditempatinya adalah perempuan, bernama Citra Panjaitan. Awalnya Desi tidak percaya, hingga ia menemukan koleksi dildo milik Citra Panjaitan. “Berarti selama ini saya disetubuhi dia dengan¬†alat kelamin palsu. Saya merasa tertipu, makanya saya membuat laporan ke sini,” geram Desi saat membuat laporan ke Polsek Percut.

Peristiwa ini menjadi perhatian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia. Dinas Pendidikan Sumatera Utara diperintahkan untuk menyelidiki dan mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kalau memang terbukti, Dinas Pendidikan Provinsi harus tindak tegas karena itu tingkat SMA,” tegas Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Kadarisman di sela acara fasilitasi sengketa guru dengan wali murid di Kantor Dinas Pendidikan Sumut Jln RA Kartini, Jumat (27/7).

Kadarisman juga meminta Disdik Sumut meninjau status kepegawaian pelaku. Jika terbukti, pihak sekolah atau yayasan Parulian 2 diminta memberhentikan Citra Panjaitan. (irwan/dedi)

Loading...