Biadab! Omak-omak Dipukuli, Ditendang, Lalu di Injak-Injak Sampai Sekarat

815

img-20161029-wa0001

M24.CO|GUNUNGSITOLI

Yunstina Harefa, 37 tahun, korban luka memar dan robek pasca penertiban pedagang kaki lima yang dilakukan Satpol-PP di Kota Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara, masih menjalani perawatan medis di RSUD Gunungsitoli, (29/10/2016).

Kepada Metro24.Co, Yustina menuturkan jika peristiwa yang dialaminya berawal saat puluhan Satpol-PP melakukan operasi penertiban PKL disepanjang jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Gunungsitoli.

Malam itu, (28/10/2016), sekitar pukul 20:30 Wib, saya bersama pedagang lainnya menjajakan barang dagangan (Buah Duku) di sepanjang trotoar Jalan Cipto Mangunkusumo, tepatnya disamping Bank BRI Cabang Gunungsitoli.

“Satpol-PP datang dan merampas secara paksa semua barang dagangan kami, karena tidak terima saya berusaha melawan dengan melempari mereka menggunakan buah duku, ucap Yustina”.

Lanjut Yustina, upaya perlawanan demi mempertahankan barang dagangan mendapat respon sejumlah oknum anggota Satpol-PP yang kemudian langsung melakukan pengeroyokan secara membabi-buta terhadap dirinya.

“Saya dipukul, ditendang, dan di injak-injak mereka tanpa belas kasihan, dan akibat perlakukan tersebut saya mengalami luka pada bagian wajah, kaki, tangan, dan punggung, terang Yustina”.

Beruntung rekan sesama pedagang dapat melerai aksi keberutalan sejumlah oknum anggota Satpol-PP tersebut, dan melarikan saya ke RSUD Gunungsitoli untuk mendapat perawatan medis, tutup Yustina.

Rencannya setelah kondisi membaik, Yustina bersama suami, dan keluarga akan segera membuat laporan polisi ke Mapolres Nias guna mendapatkan keadilan.

Sementara itu, saat ditemui Metro24.Co, Murni Dharma Zebua, Kepala Satpol-PP Kota Gunungsitoli, (28/10/2016), mengaku belum mendengar peristiwa yang menimpa Yustina dalam penertiban para PKL.

“Benar ada penertiban yang dilakukan anggota Satpol-PP, namun terkait aksi pengeroyokan sama sekali saya belum mendengar informasinya, pungkas Dharma”. (Noris)

Loading...