Buang tas diduga bom, pria Nias ngamuk & tikam warga

SIDIMPUAN-M24 |Trauma bom bunuh diri membuat warga mengamuk dan memukuli Hejatulo Zebua (36). Tiba-tiba, pria asal Nias ini menyabut pisau dan menikamkannya ke warga.

Hejatulo Zebua (36), warga Desa Lasarafaga, Kec Mandrehe Barat, Kab Nias Barat diamankan di Mapolres Sidimpuan, Rabu (16/5). Itu karena aksi brutalnya menikam Hadirin Harahap (50) warga Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan di depan Terminal Hutaimbaru.

Informasi dihimpun di lokasi kejadian, Rabu siang, aksi penikaman berawal saat Hejatulo baru saja tiba dari Sibolga menumpang bus. Namun karena keletihan Hetajulo memilih tidur di terminal. Begitu terbangun, tiba-tiba Hejatolu membuang tasnya sembari berteriak dan berlari ke arah kota.

Loading...

Melihat aksinya tersebut, warga di sekitar lokasi sontak panik. Maklum isu rentetan bom teroris beberapa hari belakangan menjado momok menakutkan bagi warga dimanapun berada. Alhasil, warga kemudian mengamankan Hetajulo karena khawatir dengan tujuannya membuang tas tersebut.

Warga kemudian menyuruh Hejatulo membuka tasnya. Setelah dibuka, ternyata tas tersebut hanya berisi pakaian. Namun warga yang sudah terpancing emosi terlanjur memukuli Hetajulo.

Tak disangka Hetajulo melakukan perlawanan. Dia mencabut pisau dari balik pinggangnya dan menikamkannya ke arah warga yang terdekat. Tikaman pisau mengenai Hadirin Harahap.

Beruntung warga berhasil mengamankan Hetajulo. Tak lama pelaku diserahkan ke polisi. Sementara Korban segera dilarikan ke RS TNI AD Padangsidimpuan untuk mendapat perawatan intensif.

Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP Abdi Abdillah yang dikonfirmasi wartawan pascakejadian, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap Hejatulo. “Ini lagi kita periksa dia (pelaku,red), ” ungkap Abdillah.

Sedangkan Hadirin Harahap yang jadi korban penikaman, kata Abdillah, menjalani perawatan intensif. “Korban dirawat intensif di RS TNI AD. Korban mengalami luka tusuk sebanyak 3 liang. Yakni di bagian perut sebelah kiri 1 tusukan dan punggung kiri 2 tusukan. Saat ini kondisi korban sudah sadar dan berangsur membaik,” terangnyaa.

Sementara saat menjalani pemeriksaan, Hetajulo melakukan aksi buang tas itu lantaran kesal uangnya hilang. Menurut Hetajulo, uangnya sebanyak Rp6,2 juta hilang saat dirinya tidur di Terminal.

“Semalam aku sampai di sini (Sidimpuan, red) dari Jambi, bang. Terus, aku tidur di terminal. Paginya kuperiksa tas, ternyata uangku Rp6,2 juta hilang. Makanya saking kesalnya, aku teriak sambil membuang tasku,” beber Hetajulo.

Disinggung kenapa sampai melakukan penikaman, Hejatulo mengaku dirinya mendapat info jika yang mencuri uangnya adalah sopir bus. “Kesal aku bang. Soalnya, aku dapat info yang ngambil uangku itu sopir bus,” pungkasnya. (Kevin)

Loading...