Buron dari Tapsel sejak 2016, predator anak ditembak polisi

13

SIDIMPUAN-M24 | Ini kisah penutup seorang predator anak. Kabur dari kampung halamannya di Desa Janji Raja, Kec Angkola Timur, Tapanuli Selatan (Tapsel) sejak tahun 2016, pencabul anak bawah umur ini akhirnya bertekuk lutut diterjang pelor petugas!

Toba, demikian sang predator anak itu dikenal di kampung halamannya, Desa Janji Raja, Angkola Timur, Tapsel. Lelaki 35 tahun ini buron sejak tahun 2016, setelah ketahuan mencabuli anak bawah umur, warga desanya sendiri.

Di akhir pelariannya, Toba terpaksa dilumpuhkan dengan ‘timah panas’ lantaran mencoba memberi perlawanan dan melepaskan diri dari cengkraman petugas.

Pelarian Toba berakhir di depan warung milik Asmara, Desa Sosopan, Tapsel. Kasat Reskrim Polres Tapsel, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ismawansa mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari informasi warga bahwa tersangka sedang berada di lokasi.

Mendapatkan informasi tersebut, tim dari Satreskrim Polres Tapsel, langsung menuju lokasi. Setelah tiba, tim dari kepolisian langsung memastikan kebenaran informasi yang diperoleh mereka dari warga. ”Setelah informasinya positif, tim langsung mendatangi tempat penangkapan,” ujar AKP Ismawansa melalui seluler, Kamis (5/7/2018).

Dijelaskannya, petugas yang menjemput tersangka terpaksa melakukan tindakan terukur, karena pelaku berusaha kabur. ”Karena ada indikasi pelaku mau kabur, makanya langsung diberikan tindakan terukur,” tuturnya.

Menurutnya, pihak kepolisian tidak akan mengambil tindakan itu apabila tersangka mau bekerjasama. Namun, sebeliknya, pelaku ternyata berusaha kabur.

Disebutkannya, perburuan terhadap Toba didasari Laporan Polisi Nomor: LP/78/II/2016/TAPSEL/SU, tgl 27 Februari 2016 dan Surat Perintah Penangkapan (SP Kap) Nomor: SP.Kap/102/VII/2018/RESKRIM.

“Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan persetubuhan atau perbuatan cabul. Tersangka akan diproses secara hukum dengan dugaan pelanggaran Pasal 81 subs 82 UU RI No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak,” tandasnya. (zia)

Loading...