Buruh Gudang Bulog Tewas Ditikam Kedan

Samsul Bahri Simangunsong (32) meregang nyawa. Buruh bongkar muat di gudang beras Badan Urusan Logistik (Bulog) Kisaran, Kab Asahan, ini tewas ditikam kedan sekaligus tetangganya sendiri.

KISARAN-M24 | Kurang dari 2 jam setelah menghabisi nyawa kedan (teman) dekatnya sendiri, DTM Fauzi Marpaung (36) diringkus tim gabungan Polsek Kota Kisaran dan Sat Intelkam Polres Asahan. Proses penangkapan berlangsung Sabtu (4/8) sekira pukul 21:00 WIB.

Hingga tadi malam, Polres Asahan masih terus menyelidiki motif yang menyebabkan Fauzi tega membunuh Samsul Bahri. Terlebih, pembunuhan itu berlangsung di rumah Samsul Bahri, Jln Durian Gg Rambutan, Kel Kisaran Naga, Kec Kota Kisaran Timur.
Ceritanya, malam itu sekira pukul 20.00 WIB, Fauzi tiba-tiba datang ke rumah kedan sekaligus tetangganya itu. Begitu bertemu, Fauzi langsung menghujamkan pisau yang sudah dipersiapkannya. Tanpa banyak tanya!
“Korban langsung tersungkur begitu ditusuk di bagian rusuk kanan depan,” kata Hendri (42), warga yang mengaku melihat kejadian, kepada kru metro24, Minggu (4/8), di rumah duka.

Loading...

Hal senada disampaikan Sundari, tetangga korban. Sundari bilang, usai menikam korban, pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi. Warga setempat coba menyelamatkan nyawa korban dengan membawanya ke RSUD Haji Abdul Manan Simatupang, Kisaran. “Namun saat ditangani tim medis, korban menghembuskan nafas terakhir,” ungkap Sundari.
Terpisah, Kapolsek Kota Kisaran, Iptu Rianto SH MAP, mendampingi Kasat Intelkam Polres Asahan, AKP Cholis Alfan mengatakan pelaku berhasil ditangkap berkat kesigapan personelnya. “Kurang dua jam usai penikaman, tersangka berhasil kita ringkus,” papar Iptu Rianto.

Saat penangkapan berlangsung, petugas mengambil tindakan tegas terukur. Fauzi dilumpuhkan dengan ‘timah panas’. “Saat dibawa untuk menunjukkan tempat penyimpanan pisau yang digunakannya untuk menikam korban, pelaku dinilai tidak kooperatif dan berusaha mengecoh petugas,” sebut Rianto.
Ditambahkan Rianto, untuk proses kepentingan penyidikan, jasad korban diotopsi ke RSUD Djasamen Saragih, Pematangsiantar.

Mengenai motif peristiwa ini, kru metro24 mendapat info dari Kanit Reskrim Polsek Kota Kisaran, Ipda Arbin Rambe SH. Dari hasil interogasi sementara, ungkap dia, Fauzi mengaku membunuh Samsul Bahri lantaran sakit hati. Namun, pengakuan ini masih tahap pengujian oleh penyidik.

Selain bertetangga, lanjut Arbin, tersangka dan korban sehari-harinya dikenal berkawan baik. Hanya, beberapa hari terakhir ada omongan korban yang menyinggung perasaan tersangka.
“Hasil interogasi sementara, tersangka mengaku sakit hati karena sindirian atau ejekan korban. Korban meledek jika tersangka itu orang susah (miskin),” ungkap Arbin Rambe. (khairul/chandra)

Loading...