Cabuli Pacar Lalu Suruh Aborsi, Wakapolres: Pelaku Bertugas di Bidang TI

Asrama Polisi Polres Pakpak Bharat

PAKPAKBHARAT-M24 | Wakapolres Pakpak Bharat, Kompol Gemar Sihombing angkat bicara terkait head line Harian metro24 edisi, Rabu (10/10) dengan judul ‘Polisi Cabuli Pacar Lalu Suruh Aborsi’.

Kepada metro24, Wakapolres membenarkan jika AAH merupakan personel Polri yang bertugas di bidang Telekomunikasi dan Informatika (TI) Polres Pakpak Bharat. “Benar dan kita sudah memeriksa AAH melalui Kanit Propam Polres Pakpak Bharat,” ucap Gemar Sihombing, Rabu (10/10).

Dalam pemeriksaan tersebut, AAH mengaku telah menjalin hubungan asmara dengan korban, sebut saja Bunga. Keduanya bertemu di salah satu tempat hiburan yang ada di Kota Medan.

Loading...

AAH sendiri sudah tiga tahun menghuni Asrama Polisi milik Polres Pakpak Bharat. “Namun tidak satupun petugas di sana pernah melihat AHH membawa korban masuk ke dalam kamar Asmara Polisi itu dan melakukan hubungan badan,” tutur Gemar Sihombing.

Terkait kasus cabul tersebut, lanjutnya, AAH mengaku telah dilakukan upaya penyelesaian secara kekeluargaan jauh sebelumnya. Pun begitu, pihaknya akan mendukung proses hukum yang saat ini lagi berjalan di Polda Sumut.

“Karena pihak Poldasu yang sudah menangani kasus ini, maka kami siap melaksanakan perintah atau arahan yang diberikan dari Poldasu,” pungkasnya.

Diberitakan, AAH dilaporkan ke Polda Sumut, Sabtu (30/9) karena upaya penyelesaian secara kekeluargaan menemui jalan buntu. AAH disebut menolak bertanggungjawab atas kehamilan korban. Bahkan AAH meminta korban membunuh janin (aborsi) hasil hubungan terlarang yang mereka lakukan sejak 31 Desember 2017 hingga 7 Juli 2018 tersebut.

Korban yang stress kemudian tergelincir di kamar mandi rumahnya hingga mengalami pendarahan hebat. Ketakutan, korban berteriak memanggil ibunya. Setelah dibawa ke rumah sakit, korban pun membeberkan perbuatan AAH. (edyilva/ahmad)

Loading...